Friday, March 20, 2009

When you losing someone you loved ...


Cerita awal adalah saat saya iseng-iseng blogwalking ke blognya Ninit yunita.
Sempat mengklik salah satu temannya yang bernama Fanny, blognya di http://hujanpoyan.blogspot.com. Postingannya cukup singkat-singkat, tapi saya kemudian tertarik pada satu postingan yang terdiri atas dua foto berjudul "yang pertama dan yang terakhir".
Awalnya saya tidak terlalu mengerti isi dari postingan ini, namun setelah saya klik link ke multiplynya, saya hampir nangis dibuatnya.
Terdapat kumpulan foto tentang mereka berdua, Fanny dan istrinya yang bernama Ruri. Foto saat baru jadian, lamaran, berlibur, sampai akhirnya istrinya terbaring di rumah sakit. Oh, they look so happy ... love
Tapi saya baru paham setelah melihat komentar di multiply tersebut. Bahwa ternyata sang istri sudah gak ada. Ya Allah, saya sama sekali tidak mengenal mereka berdua, tapi saya sediiih sekali mengetahui hal tersebut sedih
Dan ternyata juga, mbak bernama Ruri tersebut juga memiliki blog (http://sendja.blogspot.com/)
Lihat betapa sebuah blog ditinggalkan oleh pemiliknya, dapat menjadi 'saksi memori' kehidupannya. Jadi inget postingan Brillie, soal blog yang ditinggalkan *ehm linknya gak dapet, ilang gara-gara blognya error waktu itu kaya'nya*

Kemudian cerita lain berasal dari sahabat saya, dia bercerita tentang temannya yang memesan gaun pengantin di salah satu produk kain surabaya. Di sana temannya tersebut menemui pemiliknya, dan pemiliknya bercerita padanya soal adiknya yang baru saja meninggal.
Fokus ceritanya tidak pada kakaknya sih, tapi pada calon istri dari adiknya. Jadi, seharusnya Februari kemaren adik dari pemilik gerai tersebut akan menikah.
Tapi nasib mengatakan berbeda, sang adik tiba-tiba jatuh sakit, selama tiga hari berdiam di rumah sakit dan pada November kemaren meninggal dunia sedih
Calon istrinya sampai sekarangpun masih syok, bayangkan, gedung sudah disewa, pakaian sudah terjahit, undangan sudah tersebar ... tapi Allah menentukan lain.
Saya nggak bisa bayangkan perasaan perempuan tersebut, seperti saya nggak bisa membayangkan perasaan mas Fanny saat istrinya dinyatakan sudah tidak ada.
Kalau mas Fanny melihat blog ini, saya minta maaf karena sudah lancang menyebutkan nama mas dan almarhumah disini. Saya tidak bermaksud mengungkit hal yang sudah lama terjadi, maaf. xpasti

Kemudian, setelah mendengar dan mengetahui hal-hal seperti ini, memang membuat saya pribadi belajar. Bahwa hidup nggak akan selamanya. Bahwa pasti orang-orang yang ada di dekat kita pasti akan meninggal. Sedih saya kalau mengingat hal tersebut, bahkan jujur saya sering menangis kalau ingat tentang hal-hal tentang 'kehilangan' tersebut nangih

Satu-satunya momen dimana saya benar-benar bersedih saat saya kehilangan seseorang adalah saat saya kehilangan Bude saya pada tahun 2001. Dulu beliau tinggal di Surabaya dan akhirnya pindah ke Jakarta. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya, kami sekeluarga tinggal sejenak di rumah beliau. Jadi kami memang sangat dekat dengan beliau dan bagi Ibu saya, bude saya tersebut sudah seperti Ibu kedua beliau.
Saat mengetahui beliau meninggal, Ibu saya syok, beliau terduduk, tiba-tiba terdiam dan berkata "Dek, bude udah nggak ada" dan kemudian tangisan keluar dari kedua mata beliau.
Saya bahkan menangis saat mengabarkannya pada kakak saya yang waktu itu sedang tidak ada di rumah. Dan saya lebih menangis lagi saat saya benar-benar melihat jasad beliau yang terbujur kaku di ruang tamu rumah beliau saat itu di Jakarta sigh

Ya Allah, saya nggak tau sesiap apa saya saat ada seseorang yang dekat dengan saya tiba-tiba meninggal ...
Bahkan sesiap apa saya saat saya sudah saatnya dipanggil ...


S p e e c h l e s s


qotd : It's easy to cry when you realize that everyone you love will reject you or die.



I think that's all, thank you




Picture taken from here

20 comments:

  1. kaya'nya hati wanita tuh emang mudah tersentuh ya^^
    meskipun ditinggal seseorang tu menyedihkan, tapi kan masi ada banyak temen-temen lain yang juga sayang ma kita

    ReplyDelete
  2. ah, u have successfully made me want to cry :(

    ReplyDelete
  3. wah banyak banget fen yang nginggalin blog..padahal kisah-kisah cerita kita bersama eh cerita tentang kehidupan kita di dokemntasikan disini y tow @_@

    ReplyDelete
  4. hmm, kayaknya sedih banget ya fen...
    ckck... :(
    eh anyway, thanks ya udah komen! ;)

    ReplyDelete
  5. makasih fen udah mengingatkan saya akan keniscayaan mati :)

    ReplyDelete
  6. sedih...

    suka sedih banget kalo pasangan hidup pergi duluan... walau skarang hanya sebatas membayangkan...

    kaya pemain bola yang baru aja meninggal... dua minggu lagi padahal dia mau menikah...

    sedih... :(

    ReplyDelete
  7. @giru : I don't mind kok dibilang kaya' gitu, hmm, kan maksud dari ini semua kita belajar untuk nyadar, kita pasti mati

    @pinkparis : really ? sorry :(

    @ericova : yup

    @putri edrisa : he eh :(

    @daz : yeah indeed, here welcome

    @natazya : wah sapa ya pemain bola ? gak pernah tau :p

    ReplyDelete
  8. aku wes tau nang blog iku. sedih ya...

    ReplyDelete
  9. Ya, saya tidak orang baik banget, tapi mau komentar.
    Kehidupanya ini, suka begitu, kadang2 senang dan kadang2 sedih.
    Salam kenal dari Barcelona (Spain)

    ReplyDelete
  10. ya Allah... sungguh menyedihkah...
    akan tetapi bagaimanapun juga, ada hikmah di setiap kejadian :)

    ReplyDelete
  11. Makanya persiapkan....... biar ngga dendam, biar ngga menimpan rasa takut, hehe

    ReplyDelete
  12. duh, sepanjang baca postingan ini bawaannya jd sedih terus... :(
    aku jg mikir gitu, mbak.
    gmn ya caranya mempersiapkan diri utk menerima kehilangan...?

    ReplyDelete
  13. kehilangan emang rasa yang paling menyakitkan

    fiuuuh...beraaaaattt....

    ReplyDelete
  14. wah kemaren saia dapet link dari mana saya lupa. saya udah baca blognya ruri..\
    wew..mengharukan sekali.
    hiks.....

    ReplyDelete
  15. Kun fayakun, yang terjadi terjadilah. Kita manusia hanya bisa berdoa dan berikhtiar. Semua telah ditakdirkan oleh-Nya.

    ReplyDelete
  16. Sebelumnya terlintas di pikiran saya, ada ngak blogger yang sudah meninggal dan meninggalkan blognya yang bewgitu mengesankan... Maaf, agak kasar. Tapi itu dalam pikiaran saya.

    ReplyDelete
  17. Terharu baca artikel ini,sempet mampir bentar diblognya Ruri.. sedih :-(

    Tuhan Maha Pengasih, Tuhan selalu berikan yang terbaik buat umatNYA melalui peristiwa2 yang tak diduga sebelumnya..

    ReplyDelete
  18. hmm .
    jd inget ama kisah na 'Tasha' yg pnah bikin geger dunia blogging pas taun 2005 kmrn .
    bahkan berita na mpe masuk Detik !

    :(

    ReplyDelete
  19. makasih gan infonya dan sangat menarik

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...