Tuesday, March 31, 2009

Ini tentang museum [lagi]

Helo helo ... aduh berasa lama belum update, kemaren-kemaren saya lagi males posting, bahkan postingan terakhir itu juga timed post kok, hihihi ... hampir 2 mingguan lah *yak ampun, itu lama ya ??*
Bukan, bukan karena saya sibuk gantiin mbak ART yang pergi sejak Februari itu kok. Tapi saya sedang kehilangan passion buat nulis, nggak bisa njelasin juga kenapa, tapi akhirnya sekarang keinginan itu udah balik *is it good?*

Lalu sekarang mau membahas apa ? mungkin ini seharusnya sudah saya posting beberapa hari yang lalu. Tapi karena ya karena passion things itu ... saya mengurunkan niat itu adacall

Ini tentang museum, ah ... bagi teman-teman yang rajin baca blog ini *huh, sok* ihikhik ... pernah baca postingan saya tentang pertanyaan dan cerita saya soal "Ada yang mau ke museum?"
Seminggu kemaren saya mengalami datang ke beberapa museum, seminggu ??? Seminggu dalam arti dua hari dan dua kota maksudnya, hehehe ... serajin itukah saya ?
Enggak juga sih, itu karena saya nggak sengaja mendapati sebuah museum yang kebetulan kotanya saya kunjungi tempo hari dan kemudian yang kedua saat saya mengikuti Tour de Museumnya Wisata Surabaya.
Ehm, karena kebetulan saya tidak begitu mendengarkan apa yang dijelaskan guidenya, jadi maaf tidak ada penjelasan secara detail tentang tetek bengek sejarah museum-museum tersebut.
Pure, di sini saya cerita pengalaman saya pribadi datang ke tempat-tempat tersebut. Museum-museum tersebut antara lain :

1. Museum Pendidikan Indonesia

Museum ini saya datangi karena kebetulan ada di Universitas Negeri Yogyakarta. Ngapain saya di UNY? Kuliah lagi ?? Bo, enggak deh ya. Jadi begini, minggu kemarin Ibu saya memiliki urusan perkuliahan dengan UNY, saya, sebagai anak yang berbakti kepada orang tua *cuih* siul, saya akhirnya menemani beliau sebagai bodyguard encem .
Ya karena kebetulan di sana juga saya nggak bisa kemana-mana, karena Ibunda saya yang baik hati dan tidak sombong tersebut nggak mau ditinggal, akhirnya saya muter-muterlah di sekitaran UNY, ternyata saya menemukan tuh yang namanya Museum Pendidikan Indonesia di dalam UNY, di sebelah timur Rektorat dan Perpustakaan UNY.
Isi dari museum itu, tentang pendidikan, jelas lah sengihnampakgigi ... disini dijelaskan tentang sejarah pendidikan di Indonesia. Dari jaman bahaeula sampai saat ini ... Bangunannya lumayan baru, sepertinya baru beberapa bulan jadi.
Mungkin isinya belum terlalu lengkap karena menunggu hibah dari beberapa instansi, cuma beberapa repro foto dan foto asli tentang sekolah dari jaman baheula, beberapa kelengkapan belajar mengajar dari jaman dulu, dan beberapa alat jadul dalam hal pendidikan. Kurang catchy buat saya *atau mungkin karena efek saya sendirian ya di sana* fikir tapi tetep bagus lah ada museum semacam ini.

Saya tertariknya pada satu buku yang super TEBEL yang di taruh di salah satu sisi museum. Buku sastra berjudul "Aku melahirkan Gatra" yang dibuat pada tahun 2007, gak bayangin gimana jilidnya, hehehe.

2. Museum Monjaya *Monumen Jalesveva Jayamahe*

Ternyata masuk ke sini nggak bisa sembarangan, Alhamdulillah banget saya akhirnya bisa mendapatkan kesempatan untuk datang ke Monumen ini.
Oh iya, ternyata juga, monumen ini belum sepenuhnya jadi, masih 80% katanya, itu terbukti setelah saya melihat tampilan dalam dari monumen ini, langit2nya belum dipoles, lantai-lantai atas masih kosong, dan belum berAC, fiuuh, bayangkan panasnya.
Tapi cukup menyenangkan, karena bisa memegang secara langsung patung Jalesveva Jayamahe itu *atau at least sepatunya, hahahahaha* ... aduuh, dari keinginan dari dulu banget tuh soalnya peace

3. KRI Dr. Soerharso

Oh iya, ini memang bukan museum, ini sebuah Kapal Perang milik Republik Indonesia. Seneng banget punya kesempatan masuk ke sebuah KRI Rumah Sakit satu-satunya di Indonesia. KRI Rumah Sakit ? Iya, jadi ini adalah KRI khusus yang isinya seperti rumah sakit asli, minimalis memang, tidak seperti rumah sakit beneran. Namun poli yang dimiliki cukup lengkap. Dan anyway, pak SBY sempet naik KRI ini waktu datang ke suatu tempat beberapa waktu lalu *yak ampun, gak dengerin letnannya ngomong kemana, hahahaha*
Tapi anyway, busway, perjalanannya cukup melelahkan, selain karena faktor Surabaya yang sedang cerah alias PANAS, banyak naik turun tangganya juga, haduuh, bikin dehidrasi dan migren kumat *ouch* adus

4. Monumen Tugu Pahlawan

Yah pokoknya panas panas panas banget ... jam 11-12 siang gitu loh, aduuuhhh ouch panas ... hahahaha *kok males ngejelasin sih?*
Hmmm, kalian yang bukan orang Surabaya dan belum pernah tau bentuk Tugu Pahlawan itu bagaimana? Sebaiknya anda-anda tau kalau di belakang dan basement monumen tugu pahlawan itu ada museumnya, hmm, lebih banyak diorama sih sebenernya.
Agak-agak spooky bo, haduh menyesal saya tanya-tanya sama mbak guidenya kalau ada sosok penampakan "anak kecil" gitu ... aduuuhhh, jadi kepikiran ... sereeemmmm gigil

5. Museum Kesehatan dan Museum Budaya

Hmm, perlu ditulis lagi ya ?? silahkan baca di postingan ini aja deh, hihihi ... males banget buat nulis lagi angkatkening

6. Museum House of Sampoerna

Sudah dijelaskan juga di postingan yang saya sebut di nomer 3, HoS memang keren banget buat foto-foto. Tapi saya tertarik sekali denger pembahasan suaminya mbok De yang bercerita mengapa Sampoerna sekarang dibeli oleh Philip Morris.
Ternyata begini, tau dong sekarang banyaknya batasan tentang merokok di tempat umum, dan semakin banyak yang menganggap rokok itu tidak sehat *yah emang iya*
Maka dari itu Sampoerna memiliki pemikiran baru dengan menjual pabrik rokoknya kepada Philip Morris, mengapa? sehingga nantinya keturunan Sampoerna akan lebih baik membuat bisnis-bisnis berbeda sesuai dengan kemaslahatan umat.
Wah, oke banget nih pemikirannya ... love it love, semoga nantinya sukses di bidang tembakau akan berpindah sukses di bisnis yang berbeda. Mungkin bisa membuat sekolah, rumah sakit, perumahan gratis di setiap kota ?? hihihihi ... harapan itu boleh ada dong senyumkenyit



Udah ah, capek ... ngantuk



NB : saya suka beberapa hasil foto ini, walaupun panas, tapi ternyata langit yang ditampilkan di kamera jadi cerah dan punya komposisi yang bagus menari tapi maap kalo fotonya kebanyakan ihikhik




Well, I think that's all, thank you

Sunday, March 22, 2009

Selepas dia pergi ...

Saya akhirnya memiliki rutinitas yang nggak mungkin saya tinggal setiap hari, kira-kira begini runutannya :

Pagi | Bangun | Sholat Shubuh | Masuk dapur | Manasin air buat teh Bapak dan termos | Menuju kulkas, melihat makanan apa yang bisa dipanasin |
Balik ke dapur, manasin makanan | Nyiapin piring, gelas dan sendok-sendok di meja makan | Balik ke kamar, hihihi ... entah itu tidur lagi atau kembali ke laptop ihikhik |

Pagi agak siangan | Masukin cucian ke mesin cuci | Njemur ke loteng, lebih banyak cucian lebih capek | Nyapu, ngepel | Nyetrika kalau sempet, yang jarang banget, sampe akhirnya numpuk |

Siang | Manasin makanan dari rantang katering | Cuci piring | Liat nasi di magic jar, kalau nasinya habis mesti 'adang' *eh pada ngerti adang gak ?*|

Pergi kalau memang berencana pergi ...... pulang bisa sore atau malam, tapi mesti mikir di rumah banyak cucian piring apa enggak ... seringnya saya dimarahin Ibu saya kalau memang banyak kerjaan numpuk ketukmeje

Sore malam | Manasin air buat teh Bapak dan termos | Manasin air kalau ibu saya butuh air panas buat mandi | Nyuci piring |

Fiuuhhh .... walaupun baru bisa tidur pagi, tetep aja rutinitas harus dilakukan ... tapi herannya rutinitas internetan tetep menjadi nomer wahid, hah! nerd



Tapi agaknya saya mulai terbiasa selama hampir lebih dari sebulan ini.
Walaupun juga pada kenyataannya saya belum bisa kurus juga nih gelakguling



Ternyata memang berat banget ya jadi Asisten rumah tangga. Tapi sepertinya rencana memiliki ART lagi sekarang cukup sulit, dimana koneksi dari desa mantan ART kami sedang sibuk-sibuknya panen raya katanya.
Kemudian, saat ini sudah cukup sulit mencari ART karena mereka lebih menyukai pekerjaan menjadi buruh di pabrik. Padahal kalau dianalisa, lebih besar gaji jadi seorang ART rindu
Yah, sekarang sih saya mensyukuri aja saya masih bisa mengerjakan ini itu, tanpa mengganggu rutinitas awal saya.

Tapiiiii, teteup ... ada yang tau gak dimana nyari ART yang terpercaya, bisa masak, rajin dan nggak macem-macem ?? senyumkenyit



I think that's all, thank you

Friday, March 20, 2009

When you losing someone you loved ...


Cerita awal adalah saat saya iseng-iseng blogwalking ke blognya Ninit yunita.
Sempat mengklik salah satu temannya yang bernama Fanny, blognya di http://hujanpoyan.blogspot.com. Postingannya cukup singkat-singkat, tapi saya kemudian tertarik pada satu postingan yang terdiri atas dua foto berjudul "yang pertama dan yang terakhir".
Awalnya saya tidak terlalu mengerti isi dari postingan ini, namun setelah saya klik link ke multiplynya, saya hampir nangis dibuatnya.
Terdapat kumpulan foto tentang mereka berdua, Fanny dan istrinya yang bernama Ruri. Foto saat baru jadian, lamaran, berlibur, sampai akhirnya istrinya terbaring di rumah sakit. Oh, they look so happy ... love
Tapi saya baru paham setelah melihat komentar di multiply tersebut. Bahwa ternyata sang istri sudah gak ada. Ya Allah, saya sama sekali tidak mengenal mereka berdua, tapi saya sediiih sekali mengetahui hal tersebut sedih
Dan ternyata juga, mbak bernama Ruri tersebut juga memiliki blog (http://sendja.blogspot.com/)
Lihat betapa sebuah blog ditinggalkan oleh pemiliknya, dapat menjadi 'saksi memori' kehidupannya. Jadi inget postingan Brillie, soal blog yang ditinggalkan *ehm linknya gak dapet, ilang gara-gara blognya error waktu itu kaya'nya*

Kemudian cerita lain berasal dari sahabat saya, dia bercerita tentang temannya yang memesan gaun pengantin di salah satu produk kain surabaya. Di sana temannya tersebut menemui pemiliknya, dan pemiliknya bercerita padanya soal adiknya yang baru saja meninggal.
Fokus ceritanya tidak pada kakaknya sih, tapi pada calon istri dari adiknya. Jadi, seharusnya Februari kemaren adik dari pemilik gerai tersebut akan menikah.
Tapi nasib mengatakan berbeda, sang adik tiba-tiba jatuh sakit, selama tiga hari berdiam di rumah sakit dan pada November kemaren meninggal dunia sedih
Calon istrinya sampai sekarangpun masih syok, bayangkan, gedung sudah disewa, pakaian sudah terjahit, undangan sudah tersebar ... tapi Allah menentukan lain.
Saya nggak bisa bayangkan perasaan perempuan tersebut, seperti saya nggak bisa membayangkan perasaan mas Fanny saat istrinya dinyatakan sudah tidak ada.
Kalau mas Fanny melihat blog ini, saya minta maaf karena sudah lancang menyebutkan nama mas dan almarhumah disini. Saya tidak bermaksud mengungkit hal yang sudah lama terjadi, maaf. xpasti

Kemudian, setelah mendengar dan mengetahui hal-hal seperti ini, memang membuat saya pribadi belajar. Bahwa hidup nggak akan selamanya. Bahwa pasti orang-orang yang ada di dekat kita pasti akan meninggal. Sedih saya kalau mengingat hal tersebut, bahkan jujur saya sering menangis kalau ingat tentang hal-hal tentang 'kehilangan' tersebut nangih

Satu-satunya momen dimana saya benar-benar bersedih saat saya kehilangan seseorang adalah saat saya kehilangan Bude saya pada tahun 2001. Dulu beliau tinggal di Surabaya dan akhirnya pindah ke Jakarta. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya, kami sekeluarga tinggal sejenak di rumah beliau. Jadi kami memang sangat dekat dengan beliau dan bagi Ibu saya, bude saya tersebut sudah seperti Ibu kedua beliau.
Saat mengetahui beliau meninggal, Ibu saya syok, beliau terduduk, tiba-tiba terdiam dan berkata "Dek, bude udah nggak ada" dan kemudian tangisan keluar dari kedua mata beliau.
Saya bahkan menangis saat mengabarkannya pada kakak saya yang waktu itu sedang tidak ada di rumah. Dan saya lebih menangis lagi saat saya benar-benar melihat jasad beliau yang terbujur kaku di ruang tamu rumah beliau saat itu di Jakarta sigh

Ya Allah, saya nggak tau sesiap apa saya saat ada seseorang yang dekat dengan saya tiba-tiba meninggal ...
Bahkan sesiap apa saya saat saya sudah saatnya dipanggil ...


S p e e c h l e s s


qotd : It's easy to cry when you realize that everyone you love will reject you or die.



I think that's all, thank you




Picture taken from here

Wednesday, March 18, 2009

Mulai bercurhat lagi soal blog

Duh saya merasa isi blog saya ini semakin gak penting saja, dari pe-er2 pengangguran lah, postingan gak penting, ngomongin artis, saya nggak tau kenapa saya jadi malas untuk menceritakan kehidupan saya.
Padahal awal-awal saya ngeblog isinya curhatan terus, oh yeah ... buktikan aja di awal-awal postingan blog ini.
Entah karena saya semakin nggak kreatif atau saya mulai malas memperhatikan sekitar, atau malas memperhatikan saya sendiri.
Saya ingat dulu saya sering review beberapa tempat makan yang saya suka.
Walaupun, hasil fotonya juga gak oke-oke banget kaya' punya Jie. Aduh saya kangen pengen review lagi ... padahal isi review saya juga gak bagus-bagus amat. Tapi tetep aja saya rindu ... tapi mau ngereview apa sekarang juga saya nggak tau atau mungkin saya malas ya sighatau mungkin saya terpentok tidak seringnya saya kemana-mana, hunting makanan, dan kalaupun ada tempat yang dituju biasanya terpentok biaya dan waktu... hmmm ... adus


Dulu juga, dimana gak banyak orang yang tau blog saya, saya ngarep banget dapet komentar seabreg. Liat aja, awal-awal saya ngeblog di blog ini dan blog sebelumnya, komen yang masuk 0, kosong, melompong, kalaupun ada seringnya spam, ha ha .. banyakckp

Eh tapi sekarang kesampaian, Dari awalnya komentar 0, menjadi 2, kemudian, 4, 5, 7, 9, 10, 12, 18, 21, 31, bahkan betapa kagetnya saya, sewaktu mendapat komentar sebanyak 59, WOW, it wow for me. Cuma gara-gara saya ngomongin tentang mobil yang saya kendarai.
Kakak saya sepertinya pernah mencibir saya karena menulis postingan ini, yeah ... emang rada gak penting dan narsis sih. Tapi sepertinya beliau juga gak suka-suka amat, saya menulis secara bebas di blog seperti ini, hmm .... mungkin perasaan saya saja.

Kembali tentang komentar, walaupun memang gak sebanyak blog ini, blog itu, atau blog situ yang sehari posting aja bisa berpuluh-puluh komentar yang masuk, sampe ratusan kalo udah kelamaan gak posting. Tapi saya bersyukur banget masih ada yang mau memperhatikan blog saya, thank you people peluk

Apa ini proses pendewasaan blog saya, cih ... apanya yang didewasakan? Tulisan saya tetep gini-gini aja tuh. Walaupun template yang dulunya hitam sekarang udah berganti lebih cerah sih. Banyak yang bilang, sekarang gak sakit mata lagi nerd. Tapi cara penulisan saya tetep aja seperti ini, standar, gak ada kata-kata yang indah, gak ngikutin EYD seperti blog ini, gak berarti 'dalam' seperti postingan-postingan mbak ini. Yeah, begini ini tulisan saya.

Saya rindu mengutarakan pikiran saya tanpa peduli orang pikir ini blog isinya curhat semua. Saya ingin menulis tanpa beban ... aduuh ... saya rindu menceritakan hidup saya setiap kali ...
Tapi saya ditahan dengan satu kalimat, gak semua hal dalam hidupmu perlu diketahui orang banyak ... yeaps ...
Seandainya saya ini penulis puisi paling hebat, saya mungkin dengan gampangnya membuat metafora atau kiasan dari perasaan saya, but I'm not ... adus

So people, biarkan saya curhat seperti ini sekarang, saya nggak tau besok-besok saya akan menulis apa, mungkin menulis sesuatu yang sedikitnya sama seperti yang saya sebutkan di awal tadi, jangan disalahin deh.
Mungkin itu yang bisa saya lakukan terhadap blog saya sekarang atau nanti. Atau postingan ini sekedar hanya gara-gara saya sedang beralasan sedang buntu ide ... hah!
Believe me, I've got a lotz of story yang tidak perlu saya share di sini ... cerita yang mungkin bisa kita ceritakan secara langsung, face to face, dengan sahabat, saudara atau pasangan. kenyit

Oke itu curhatan saya, atas perhatiannya terima kasih *duh, macam surat lamaran kerja aja* around


Oh iya menjawab pertanyaan Mustika dari forward award dari blognya, I love blogging because .... Maybe, because I need it
Gak saya forward ke sapa-sapa kok, don't worry.


That's All, thank you

Saturday, March 14, 2009

Beberapa soundtrack yang barusan dipikirin ...

Soundtrack emang tidak bisa lepas dari sebuah film, nah saya itu termasuk orang yang bisa terbawa masuk ke dalam cerita sebuah film karena terkena efek musiknya *waduh ditelen layar dong gelakguling* maksudnya lagu-lagu tersebut bisa membuat efek tersendiri pada hati saya *ciieh* halaaah, lebay.

Pokoknya ini lagu-lagu soundtrack versi yang kepikiran di otak saya aja saat ini senyumkenyit ... , antara lain :

1. Annie Lennox - Into the west and Dominic Monaghan - The Green Dragon.
Pernah nonton film Lord of the rings dong ya ? Khusus yang Return of the king, pernah liat adegan di mana si Merry (Dominic) nyanyi buat Denethor, liriknya bikin miris banget.
Soalnya anaknya, si Faramir harus berjuang melawan musuh di medan perang, sedangkan Denethor sendiri enak2an makan. Si Merry nyanyinya sambil nangis, aduuh sediih banget nangih
Howard Shore, music scorernya *eh bener gak ya nyebutnya* oke banget nanganin film ini.
Selain itu lagu Into the West yang dinyanyiin sama Annie Lennox keren banget ... ah I love this movie

2. Regina Spektor - The Call
Kemaren barusan nonton si Edmund lagi, eh maksudnya film Narnia - Prince Caspian, hehehehe. Lagunya cocok banget sama ending filmnya, bikin gleg... tau-tau sedih sigh mau perpisahan

3. Rob Thomas - Little Wonders
Sebenarnya sudah ditulis di postingan sebelumnya, oke banget, penempatan lagu ini ada di ending film Meet The Robinsons di saat Lewis tetep keep moving forward menari

4. Annie Lennox - Waiting in Vain
Saya ini termasuk pencinta film drama komedi, sort of Serendipity tentunya ... lagu ini ada saat tokoh Sara Thomas masuk ke rumahnya, yang sudah dipenuhi dengan lilin-lilin yang romantis, waktu itu pacarnya, Lars Hammond mau melamar dia :)

5. Kuch Kuch Hota Hai
Umm ... saya ini kadang-kadang suka film India, hahahaha, ya ya terserahlah bilang apa, tapi beberapa lagu dalam Kuch Kuch Hota hai saya suka banget, entahlah, apa karena terlalu sering muncul di televisi, ataukah saya aja yang terlalu ngefans gelakguling

6. Iron&Wine - Flightless Bird, American Mouth; and Paramore - Decode,
Dua-duanya lagu film Twilight the movie, lagu pertama waktu adegan dansanya si Edward dan Bella yang romantis ituuuhh, dan kenapa saya suka lagu kedua ? aduh lagunya express Bella's thoughts banget, rocckss

7. BJ Thomas - Raindrops keep falling on my head
Lagunya Spiderman 2, nothing more to say, lagunya memang oke kan? Secenenya dimana Peter Parker jadi cupu lagi tumbuk

8. Melly Goeslaw&Eric - Ada apa dengan Cinta
Wah Nicholas Saputra ganteng banget ya di film ini, hahahaha ... lah iya penampilan pertama dia tuh, tapi aktingnya jauuuuh melebihi Titi Kamal ihikhik, menurut saya souncdtrack paling mantepnya Melly Goeslaw ya di film ini, karena fresh from the oven mungkin, setelahnya lagu2 soundtrack ciptaannya, mirip-mirip banget seperti AADC banyakckp

etc etc ...

Sebenernya banyak banget sih soundtrack penunjang film yang saya suka, seperti music score Forest Gump atau The Godfather, tapi kalau disebutin satu-satu kaya'nya blog ini gak bakalan muat kali ya rindu, jadi kalian aja deh yang memberi saya saran, soundtrack apa yang cocok banget sama isi film yang kalian suka ??



Gambar di ambil dari situs ini, dengan sedikit editan senyumkenyit

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...