Friday, January 30, 2009

Just a thought


Pemikiran awal dimulai ketika kemaren Bapak saya bilang kalau plafon belakang rumah butuh diperbaiki dan akan memanggil tukang untuk memperbaikinya.
Lalu ada sedikit pembicaraan antara saya dan Bapak saya rindu,
Saya : "Oh, mau panggil Pak Tamim ya, Pak ?"
Bapak : "Enggak, mungkin mau panggil Rudi, anaknya Pak Min, tukang kebun itu loh"
Saya : "Kenapa sama Pak Tamim?"
Bapak : "Ya mau gimana lagi, dek. Sebenernya kasian juga kalo gak dikasih kerja, tapi kerjaannya lama, lagipula Pak Tamim sudah tua. Sering sakit-sakitan kalau kerja"
Saya kemudian berpikir, dilema juga ya. Di satu sisi, beliau butuh pekerjaan, di sisi lain tubuhnya yang sudah tidak muda lagi nggak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan berat xpasti

Saya jadi teringat juga, dulu, jaman saya SD sampai SMA, saya memiliki supir bernama Pak Sueb. Jaman sebelum menjadi supir pribadi yang mengantar saya dan kakak saya pulang pergi sekolah, beliau juga sebagai supir pribadi kakek saya.
Ya, memang jaman waktu SD saja, umur Pak Sueb sudah tidak muda lagi. Apalagi setelah saya memasuki kelas 2 SMA, sepertinya pak Sueb merasakan suatu perbedaan.
Kadang-kadang jika mengendarai mobil, agak tidak fokus. Sampai di suatu saat, pak Sueb hampir saja menabrak seorang anak kecil, saat mengantarkan saya.
Setelah kejadian itu, akhirnya Pak Sueb mengatakan pada Bapak saya kalau beliau mengundurkan diri, pensiun.
Tidak banyak yang dilakukannya setelah itu, hanya di rumah dan melakukan yang sekiranya beliau bisa. Sampai akhirnya setahun atau dua tahun yang lalu beliau meninggal dunia sampai karena penyakit komplikasi yang dideritanya.
Sedih banget mendengarnya.Apalagi, sewaktu meninggal, tubuhnya tidak segemuk yang dulu dan terlihat lelah. Aah, sedih, banget, soalnya kenal beliau hampir separuh umur saya sigh

Hal yang sama terjadi juga pada satpam perumahan kami, Pak Karnadi, yang kami kenal sebelum pindah ke tempat ini karena pernah menjadi satpam kantor pakde saya dulu.
Saya sedih waktu ingat beliau yang selalu menyapa kami dengan senyuman, jika kami lewat portal perumahan. Beberapa waktu lalu, hal itu tidak terjadi lagi, setelah ditanyakan pada rekannya, tenyata beliau telah pensiun.
Bukan hanya itu, setelah pensiun beliau mengeluh sakit, dan kemudian akhirnya meninggal dunia. Hmm ... sedih.

Have you been thinking about that ? Seseorang yang mungkin pernah kita kenal, akhirnya akan pergi jauh juga dari kita ?
Kita nggak akan pernah tau kehendak Allah seperti apa,
Saya pribadi sih akan mencoba sering-sering mendoakan orang yang kita kenal, yang baik-baik, jangan yang jelek *semoga saya bisa melakukannya*.
Aah ... jadi ingat sama orang tua saya, saudara-saudara saya, temen-temen saya, orang-orang yang saya sayangi, bahkan jadi ingat sama diri sendiri ... ngeri banget bayanginnya ... gigil

Duh postingan saya kok jadi serem, serius dan sedih gini ya ... sigh

24 comments:

fahmi! said...

komen OOT: fotone apik! :D

Anonymous said...

mbak... sesuatu yg hidup pasti akan mati.
nothing last forever...

gajah_pesing said...

manusia sudah berusaha dan berupaya, tapi Allah tetap yang menentukan...

pinkparis said...

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un

kacrut said...

hiyaaaaaaaaaaaaa.....

aku malah berharap bisa meninggalkan kota surabaya...

huh..

*kok OOT yah*

gpp dah lagi komeng itu ja..

Andri Journal said...

Jadi inget ungkapan "cintailah sesuatu sesuka hatimu,tp suatu saat km akan berpisah dengannya". Di dunia ini tidak ada yg kekal,termasuk blogger. :D

heRRu said...

that's what I have in my mind. Selalu berdoa semoga Allah memberi kesempatan buat saya untuk selalu meminta maaf dan membahagiakan orang tua, walaupun sekarang saya jauh dari mereka.

berat memang menanamkan kesadaran bahwa semuanya milik Allah dan Dia memiliki kuasa untuk mengambilnya kembali setiap saat.

Yunan said...

Foto nya bagus :)

Sepertinya semua arus di lihat dari hati dan di rasa dengan mata (bingung yah?sama...:P)

budiOno said...

men proposes god disposes

astieblue said...

hu..hu..*sedih sambil merenung*
ALLAH menciftakan segala sesuatu berpasangan kan so...bersiaplah

galihsatria said...

he-eh, mata yang cantik

*OOT*

bayuhebat said...

yah gak bakal kehilangan kok orang yag gak memiliki

new_of_eroz said...

itulah yang selama ini tidak kita sadari, orang tua kita sama seperti mereka. bekerja keras tanpa kenal lelah hanya untuk kita, anaknya *dilema*. jadi pengen sungkem sama bapak ibu, ikS

Fenty Fahmi said...

Yang komen bilang foto saya bagus, ato objeknya cantik, thank you ... memang sudah seharusnya, hahahaha *ge-er pol*

@liecha : tau jeng, just a thought

@gajah_pesing : ayo berusaha terus

@kacrut : gak nyambung pool

@Andri : iya, blogger juga gak kekal, kecuali nyatut nama blogspot, wordpress, dagdigdug, blogdrive, dll ... hehehehe

@herru : amieen

@yunan : di rasa dengan mata ??

@budiono : how bout women ?

@astieblue : hmm, iya, bersiap untuk berpisah juga dengan pasangan kah ??

@bayu hebat : yang punya Allah, tapi jujur deh, pasti ada kehilangannya kan ??

@eroz : ayo sungkem ...

aziz said...

hmm.... sesuatu pasti akan datang, cepat atau lambat manusia juga akan mati, meninggalkan segala urusan duniawinya dan bersiap menghadapi pengadilan Allah selanjutnya... sebaiknya mulai sekarang kita udah punya sesuatu yang membuat kita merasa bangga mati sehingga waktu ada malaikat nanya, kita bisa pede jawabnya.... hehehhe

ario saja said...

posting yang bijak... mengingatkan kita akan 2 ke tidak ada-an,sebelum nya tidak ada, kemudian ada dan akhirnya tidak ada

Anonymous said...

hmm...yaya...hmm... :P

Raffaell said...

Oh iya Fen, kalo dah berumur gitu ya susah, kalo mau ya kerja yang ringan ringan aja... hehehe. memang sih kalo berada dalam dilema itu sulit... tapi ya gimana, let it flow aja.

cipu said...

Kalo memang usah tua, sudah saatnya mereka dipensiunkan. Dilema memang, cuman mau apa lagi. Setidaknya setiap bulan, mungkin bisa diulurkan sedekah....

Anonymous said...

perdana

ocean said...

Hi friend.. nice cool post.. do visit my blog and post your comments.. take care mate.. Cheers!!!

nirmana said...

ceritanya biasa saja tapi cara penyampaiannya yg luar biasa. jadi ikutan brasa sedihnya.

Arnodya "nino" Rizkiawan said...

banyak orangorang yang berjasa besar ma kita, tapi kita ga nyadar..

Anonymous said...

Iya sedih juga kalau kita teringat sama orang yang kita kenal selama puluhan tahun. Semoga amal ibadahnya di terima disisiNya. Amin 3X

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...