Friday, May 30, 2008

Elmo apa kabar ya ??

Secara saya agak ngganggur gak ngganggur, beberapa hari ini saya menghabiskan banyak waktu di rumah.
Sekalian juga berhubung BBM naik, berhemat dikit lah, maklum masih atas biaya orang tua ;p.
Anyway, busway, di sela-sela mengerjakan proposal saya tadi siang, saya melihat suatu tayangan lucu, lugu dan membuat saya sering berkata, "Capek deh"

Mau tau acara apa?
"Jalan Sesama" alias neh aslinya "Sesame Street", produk tayangan dari Amrik itu loh, sekarang kan dibuat tayangan versi lokalnya di salah satu TV swasta Indonesia.
Saya tiba-tiba konsen aja gitu pada acara untuk anak-anak tersebut.
Mungkin merasa kangen juga dengan acara Sesame Street, yang dulu saya demenin jaman saya SD itu.
Kangen sama Elmo yang lucu dan menggemaskan, sama Bert yang penggerutu, Ernie yang nyebelin, Cookies yang doyan makan cookies, Big Bird yang kuning dan BESAR, Kermit yang ijo dan doyan ngedance, Si Count Drakula yang demen banget ngitung, etc etc ... Oh I missed those character.

Tapi sebenarnya versi Indonesianya lumayan lucu sih, mungkin lebih bisa dibilang lugu kalee ya?

Soalnya bener-bener pemikiran anak kecil banget.
Kaya' contohnya nih, si Momon salah satu tokoh di "Jalan Sesama" membuat gambar 4 ekor sapi, terus menurut temannya, tokoh Putri masih ada yang kurang.
Kemudian si Putri akhirnya membuat gambar 4 garis lurus, si Momon bingung dong,
"Putri, untuk apa kamu membuat 4 garis lurus itu?"
Si Putri menjawab dengan lugu, "Ini kandang untuk sapi kamu, Momon. Supaya sapi kamu nggak kemana-mana. Kan kalau kabur, repot"

Dan si Momon memandang ke kamera dengan pandangan, "Cape deh" hahahaha, lucu dan lugu.

Saya jadi inget jaman dulu waktu melihat scene Bert dan Ernie, dimana Ernie selalu bikin sebel si Bert. Mungkin kalau dulu saya sudah sebesar sekarang bakalan mengerutkan dahi dan berpandangan seperti si Momon juga kalee ya? :D
Memandang ke kamera, mengatakan "hhhhh...." dan menggelengkan kepala, hahaha.

Tapi mending acara beginian neh yang ditonton anak kecil, daripada nonton sinetron-sinetron remaja yang bahkan sudah dimainin anak kecil isinya
cinta-cinta-an doang.
Itu kan konsumsi remaja seperti saya *hahahaha, emang masih remaja??


Ah udah lah, ada yang kangen jaman "Sesame Street" dulu masih tayang di Indonesia nggak?


Yuk yuk mengasah memori kita ...

Sunday, May 25, 2008

"Wow, he looks pretty damn good"

Tiba-tiba saya ingin memposting tulisan ini, lantaran saya teringat dengan obrolan saya dengan teman kuliah saya tempo hari.
Kenapa dengan judul di atas ?
Well, ini berhubungan dengan salah satu teman kami yang berpakaian tidak seperti biasanya. Bajunya sih standart, tapi cara memakainya yang membuat teman kami, yang notabene cowok tersebut keliatan hmmm apa ya sebut aja keren lah.

Apa sih yang dipakai ?
Cuma kemeja panjang kok
Lalu apa yang membuatnya berbeda?
Karena warnanya agak kontras dengan warna kulitnya, dan yang agak membuatnya lebih keliatan keren, lantaran di bagian tangan kemeja tersebut ia linting sebatas siku.

Entahlah, bagi saya dan teman saya tersebut itu cukup keren, kesannya macho *mantan cowok ?? hehehe, gak ding ...
Gara-gara hal tersebut saya jadi teringat juga dengan obrolan saya dengan sahabat saya semasa SMA dulu.
Saat kita melihat seorang cowok dengan baju koko dan kopiah yang rapi banget, kita udah anggap itu keren banget. Entah karena tuh cowok jarang pakai baju seperti itu, atau emang efek bajunya yang membuat ia cukup 'terlihat' oleh kami.
Berbeda juga di satu masa di kuliah S1 dulu, saya pernah juga sih suka liat cowok dengan padanan Polo Shirt, Celana Jeans dan Sneakers. Tunggu-tunggu, ini karena
'cowok'nya, apa karena emang dandanannya ya?? Ooops, as i remembered, itu karena cowoknya sih, hihihihi. Tapi ada satu lagi, yang membuat saya melting kalau melihat seorang cowok. Itu kalau ada cowok pake kemeja dengan jas, atau jasnya ia taruh di lengannya, dengan kemeja yang dibuka satu kancing dan dasinya dilonggarkan. Huwaahh, gara-gara liat siapa ya saya jadi melting banget ?? Hmm, oh ya ... Edward Norton ;p, balik ke pacar saya lagi deh. Kalau nggak salah di film Fight Club, sumpah, ganteeeenngg banget *Brad Pitt lewat ....

Tapi saya jadi bingung sendiri, ini efek dari pakaian yang mereka kenakan apa karena emang dasarnya tuh cowok-cowok udah keren ya ??

Hehehehe, postingan nggak penting ... tapi berhubung sudah nyemplung, saya jadi ingin menuliskan tentang definisi cowok yang bisa bikin saya melting neh.
Kan tadi udah bilang Edward Norton, Fen?? Iya sih ... tapi boleh dong mereka-reka versi kenyataannya
.
Apa ya ... Saya melting kalau :
1. Liat seorang cowok rajin Sholat ... entah tuh cowok seaneh gimana kek, bagi saya hal itu krusial
2. Kalau cowok mau dengan gentlenya, let say membukakan pintu atau membawakan barang kita yang berat, perhatian kalau kita lagi keliatan sakit atau susah, or else yang baik-baik
3. Liat cowok punya otak encer *loh emang otak bisa buthek ya ?? ;p. Cowok smart emang gak ada matinya
4. Liat cowok berkacamata serius nanggepin sesuatu *hah ... hayo, siapa neh ??
5. Liat cowok yang punya lesung pipi dalem banget *semacam Afgan lah gitu
6. Liat berondong cakep *way out of line !!!! hahahaha let see, siapa aja ya? Josh Hutcherson, Ed Speelers, Thomas Sangster, Afgan ditambahin deh, terus nambah satu lagi Skandar Keynes :D, pada tau gak ?? Kalo enggak, ayo-ayo rame-rame googling ;p
7. Liat cowok berpenampilan seperti yang di atas tadi ditulis
8. Kalau, kalau apa lagi ya .... hmmm, kalian aja deh yang comment untuk nambahin ;p

Udah ah, saya memang sedang tidak in the mood untuk ngobrol banyak lagi
Fenty's sign out ... Bye people ...

Monday, May 12, 2008

Mendadak Wisata Kuliner

Bisa dibilang minggu-minggu sebelum UAS ini adalah minggu-minggu tersibuk saya. Karena di setiap minggunya, schedule saya *cuih sok organize ... jadwal saya dipenuhi dengan kegiatan 'Belajar Bersama'. Nah salah satunya kemaren hari Minggu nih, di sela-sela kegiatan kami a.k.a ManProers 07 belajar bersama, perut kami yang mulai grumble gak bisa ditahan untuk diisi. Akhirnya salah satu asisten dari teman saya, mengajak kami yang saat itu ber-9 untuk makan di sebuah tempat, yang bahkan kami belum ketahui apa dan dimana.
Meluncurlah kami dari daerah Pondok Chandra (tempat belajar bersama kami), menuju ke sebuah jalan (yang sumpah panjang banget) kecil sepanjang 5-6 kilometer ke arah barat laut Pondok Chandra.
Perjalanan yang mencapai setengah jam yang cukup membosankan, karena jalannya lurus dan di sebelahnya hanya di penuhi dengan tambak-tambak segoro (niwey ternyata nama daerahnya dekat dengan Segoro Tambak, tepat di sebelah jalan tol Waru-Juanda yang baru), akhirnyalah kita sampai di sebuah warung ikan bakar bertembok kayu hijau berjudul Warung SIDODADI. Tepat di depannya terdapat sebuah TPI (Tempat Penampungan Ikan) *pasar ikan, kalau nggak salah namanya TPI Juanda, yang ternyata nih, kalau ingin makan di warung tersebut kita harus beli dulu ikannya di pasar ikan tersebut. Karena warung tersebut khusus hanya menyediakan jasa bakar dan masak saja.
Jadilah kami ber-sembilan ngerumpel di dalam pasar, untuk mencari-cari seafood apa yang tepat untuk dijadikan ganjalan perut.
Setelah bertemu dengan salah satu penjual, asisten teman saya yang sudah terbiasa membeli di daerah tersebut mulai menawar-nawar beberapa seafood yang kelihatannya sih masih segar-segar (Seru tuh bisa ditawar). Kami akhirnya memilih 4 macam seafood, yaitu 1 Ikan kakap merah (yang gedhe banget), 6 Ikan Baronang, sekilo cumi segar, dan sekilo Kerang batik.
Setelah kita selesai membeli beberapa seafood tersebut, tahap selanjutnya berlanjut ke warung yang kami lihat sebelumnya. Ternyata dengan mudah kita dapat mengorder apa yang kita inginkan untuk mengolah seafood-seafood yang telah kami beli tersebut untuk dimasak dengan berbagai macam style.
Kebosanan mulai melanda, karena makanan tersebut akan diolah cukup lama. Akhirnyalah beberapa orang dari kami termasuk saya mulai gatel ingin mengabadikan momen langka ini. Jalan-jalanlah kami memutari kawasan pasar ikan lagi, yang ternyata kami menemukan ikan yang belum pernah saya temui. Ikan hiu! tapi yang ini dalam bentuk kecil, mungkin peranakannya kalee ya. Dan memuaskan diri melihat perahu-perahu yang sedang landed di pinggiran sungai sebelah TPI tersebut.
Setelah puas befoto-foto ria di dalam pasar, akhirnya kami kembali ke warung Sidodadi tadi, dan beberapa menit kemudian tersedialah beberapa pesanan kami yang hmmmmm "Delicioso ..."
Sumpah enak banget, entah karena kami lagi laper, atau terkena euforia wisata kuliner di daerah pelosok, yang pasti kami menikmati sekali menyantap makanan di warung kecil tersebut.
Selama satu setengah jam kami makan-makan dan ngobrol di tempat tersebut. Memuaskan, walaupun dengan terpaksa saya harus merelakan kamera digital saya amis terkena aroma ikan di tangan saya.
But it's okay, worthy ...

Guys, kalau iseng ke daerah sini, mampir-mampir ke tempat ini, gak bakalan rugi kok ... kalau mampir dan gak tau jalan, ajak aja saya??? hehehe *pengennya makan gratis lagi maksudnya ;p

Ingin tau gambar lebih lengkapnya ?? Klik aja di SINI

Wednesday, May 7, 2008

Raining, Drama Queen, Memories

Hujan tiga hari ini membuat saya mulai berasa drama queen lagi. Sedikit mengingatkan saya, bener juga ya film 'Cinta Pertama' tuh dipenuhi dengan rintikan hujan, karena toh filmnya mellow banget *tapi bukan berarti saya suka dengan filmnya loh ...

Saya jadi inget juga beberapa tahun lalu, saya pernah posting di blog 'curhat' pertama saya -yang baru saja saya baca, saya baru menyadari isinya curhatan semua, ya ampunn ... memalukan-, hampir persis sih dengan postingan kali ini.

Kenapa saya mellow dan sok berdrama queen lagi?
Satu, kuliah yang dipenuhi dengan tugas membuat saya sedikit sebal dengan diri saya sendiri dan maaf, kelompok saya juga *semoga nggak dibaca oleh mereka, karena pasti nggak sopan banget kesannya

Kedua, beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seseorang yang pernah 'singgah' di otak saya beberapa tahun yang lalu *yang waktu saya melihatnya, ia sedang jalan dengan ceweknya, and looks happy ... hhhh ... Saya secara polosnya, jadi berpikir pesimis, "Kalau sekarang dia bisa happy, kenapa aku belum merasakan happy itu ya?"

Last
, hari ini saya mendengar berita yang agaknya membuat saya lebih nggak enak hati, untuk yang barusan baca postingan
ini, karena akhirnya saya sudah tahu tanggalnya *ternyata saya belum se'relieved' itu.

Herannya kenapa ya lebih sering di waktu hujan ?

Saturday, May 3, 2008

Suddenly ingin membahas D'Masiv

Setelah kepincut dengan lagu-lagu RAN yang menyenangkan dan bikin mood buat 'joget', kali ini saya sedang thrilling mendengar lagu-lagu dari D'Masiv, band jebolan A Mild Live Wanted 2007 itu loh. Jauh berbeda dengan lagu RAN yang seperti saya bilang tadi 'so pleasant', grup band ini mengusung lagu-lagu yang rada-rada menyayat hati *ini dari sependengaran saya setelah mendengar beberapa lagu mereka sih. Bayangin aja judul-judulnya, yang bikin kita mungkin bakalan berkata "My God, jajaran lagu sakit hati neh??" Seperti, Cinta ini Membunuhku, Tak bisa hidup Tanpamu, Merindukanmu, Lukaku dsb dsb ... Pluss dengan petikan gitar beberapa intro sang gitaris (namanya Riki dengan panggilan Kiki) yang huuuuhh ... "sakit ... sakit" ... ;p
But somehow, saya suka, atau lebih tepatnya menikmati, entah karena emang lagu-lagu dengan tempo lambat seperti ini sedang menjadi trend saat ini, atau mungkin hanya karena D'Masiv sedang booming saat ini, karena toh mereka pemenang festival band yang saya sebut si atas tadi? atau mungkin emang saya lagi rada-rada ngerasa seperti yang dinyanyiin vokalisnya? Yang maksudnya nih, feeling menentukan lagu mana yang menjadi soundtrack hati kita saat ini *loh loh emang Fenty sedang sakit hati ya ?? ;p Hmm, I don't know... saya bahkan nggak mau ngerasa sakit hati kok, apa iya ya?? * Fenty sedang bingung ... giling, blog kok dibuat curhat colongan mulu ...
Well the point is
, saya akhirnya jadi tertarik untuk menoleh ke belakang untuk mengetahui bagaimana sih perjalanan D'Masiv ini sampai akhirnya bisa sesukses sekarang?
Usut punya usut ternyata band yang beranggotakan Rian (vokal), Riki (gitar), Rai (bass) --> Namanya sama dengan salah satu personelnya RAN, Rama (gitar) dan Wahyu (drum) ini 'seekor' "macan festival" juga loh, buktinya mereka sudah berlalu lalang dari panggung ke panggung dari tahun 2003 untuk menunjukkan kemampuan musikalitas mereka. Sebelum mengusung sukses dengan lagu-lagunya saat ini, kabarnya dulu band ini lebih nyaman di jajaran musik progresif yang bagi pendengar di Indonesia tuh belum bisa ke'pegang'. Tau sendiri dong dengan selera musik orang Indonesia 'kebanyakan' *saya harus akui saya termasuk salah satunya ;p
Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah jalur ke area POP, tidak
dengan alasan hanya "Berubah" karena selera masyarakat, tapi juga "Pendewasaan dalam musikalitas" Whatever deh dengan pemindahan jalur musik dan apapun itu, yang pasti saya sedang menikmati sekali lagu-lagu dari 5 cowok ini. Untuk D'Masiv, sukses terus !!! Semoga bisa memberikan kontribusi positif bagi permusikan Indonesia ... Terakhir, saya mau bagi lirik salah satu lagu mereka nih...

D'Masiv - Merindukanmu

saat aku tertawa di atas semua

saat aku menangisi kesedihanku

aku ingin engkau selalu ada

aku ingin engkau aku kenang

selama aku masih bisa bernafas
masih sanggup berjalan
ku kan slalu memujamu
meski ku tak tau lagi
engkau ada di mana
dengarkan aku ku merindukanmu

saat aku mencoba merubah sgalanya

saat aku meratapi kekalahanku
dengarkan aku ku merindukanmu

NB : Tuh nelangsa banget kan lagunya?? Anyway, saya suka dengan cover CD/Kasetnya, so invisible man banget ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...