Wednesday, December 5, 2007

Kuliah, Pekerjaan, Dillema

Saya jadi ingin menceritakan beberapa hal tentang hari-hari kuliah saya lantaran melihat blog Mbak Putri, salah satu teman kuliah saya, kemaren.
Wow, tidak terasa memang sudah hampir 6 bulan berlalu. Satu semester kuliah plus kuliah penyegaran yang cukup menguras otak, menguras emosi (gara-gara ...hhmm, don't want to tell) dan menguras kantong (jujur yang ini ampun-ampun deh...).
Kadang saya merasa cemburu dengan mereka (red:teman-teman kuliah saya), cemburu lantaran mereka sudah memiliki pekerjaan, memiliki pangkat yang cukup signifikan (don't you know, gara-gara kuliah di sini, saya akhirnya menemukan kata-kata serius yang baru, hhhmmm), cemburu karena mereka memiliki otak yang sangat luar biasa cerdasnya, dan sederetan panjang pujian lainnya.
But what can i say? I'm not them, saya ya saya, yang mungkin bagi saya memiliki kemampuan pas-pasan saja.
Ooohh, manusia memang tidak pernah merasa puas ya? Tapi bener deh, bagi saya otak saya memang kadang tidak bisa mencapai bahasan-bahasan yang dijelaskan dosen-dosen tersebut.
Sedangkan ada seorang teman saya yang malahan bukan anak teknik sekalipun, nyambung dengan ucapan dosen-dosen tersebut.
Arrggh, rasanya bikin stress, merasa minder juga merasa kecil dan tidak tahu apa-apa.
Saya pernah ngobrol dengan salah satu teman saya, yang bukan anak teknik itu loh.
Si bukan anak teknik : "Fen, aku nggak bisa bayangin kalau kita kerja. Gimana ya kita bisa maintain kuliah kita dengan tugas yang begini banyak dan menyusahkannya"
Si Anak teknik-yang tidak teknik-teknik banget : "Iya, Na. Bisa stress pindo kali ya aku?" (Gosh, cuma itu yang bisa saya katakan, what a stupid answer)
Bahasan kali ini membuat saya merasa, sebenarnya tidak punya pekerjaan juga ada baiknya buat saya saat ini. Mungkin dengan begini saya bisa keep in the track, walaupun mungkin nggak bisa pinter-pinter banget, seperti teman-teman saya itu.
Karena ada satu teman saya yang sesama fresh graduate seperti saya, beberapa bulan kemudian ia mendapat pekerjaan, dan karenanya ia menjadi sering tidak terlihat di kampus, sering fotokopi catetan-catetan (yang menurut saya itu tidak valid, fotokopi catetan itu yang ngerti adalah sang pencatat sendiri), dan ngopi tugas, ini yang bikin agak gregetan.
Kembali ke masalah sebelumnya, lalu suatu saat Bapak saya sempat ngobrol dengan saya, ketika saya mengatakan hal yang sama dengan teman saya tanyakan pada saya waktu itu.
Beliau menjawab, "Bener sih, Dek. Kamu bisa serius dengan kuliah kamu, tapi mungkin agak menyusahkan ketika kamu thesis dan susah mendapatkan data. Temen-temen kamu yang sudah bekerja, mungkin dapat dengan mudahnya mendapatkan data untuk dijadikan bahan thesis mereka"
Saya jadi dillema deh, jadi mahasiswa S2 itu ribet banget sih ??
Rasanya ingin sekali membanggakan orang tua, yang sudah susah payah bekerja, untuk membayar sekolah saya sedari TK sampai S2 saat ini, karenanya saya merasa saya perlu mendapatkan pekerjaan yang bisa 'dilihat' oleh mereka.
Tapi di lain pihak, saya belum bisa mendapatkan pekerjaan jelas saat ini dan saya juga merasa kalau saya bekerja, kuliah saya bisa tidak terkejar.
Ooohhh, dillema !!!!
Saya jadi takut saya mungkin salah jurusan, salah jurusan memilih Interior Design dari awal kuliah S1, salah jurusan dari pemilihan IPA untuk penjurusan di SMA, dan sekarang, salah jurusan untuk memilih Manajemen Proyek yang mahal bin menyusahkan saat ini.

Aarrgghh ... mungkin saya sedang pms atau mungkin saya sedang bete dengan hal lain ???
Yang jelas saya capek ...

2 comments:

  1. moga2 segera cepet dapet solusinya ya fen.

    ReplyDelete
  2. hm... semangat ya fenty... mengalir aja tapi tetep berdo'a dan berusaha.. gak ada yang perlu disesali karena semua itu sudah ada yang mengatur, dan jalan hidup manusia itu beda2.. jangan suksesnya juga beda2..

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...