Tuesday, March 21, 2017

#ceritaliam : Toddler Night Terrors

Assalamualaikum,

Judulnya serem ya, tapi ternyata beneran ada loh, dan sepertinya hal ini juga terjadi pada Liam. 
Jadi semingguan ini, Liam hampir selalu bangun dari tidur malamnya, dan kemudian menangis histeris, dan nggak akan berhenti sampai dia mau masuk lagi ke dalam kamar. 

Awalnya kami pikir ada sesuatu terjadi di kamar, seperti melihat hal-hal ghaib atau apalah yang bagi kami itu menyeramkan. Tapi kata Bapaknya (yang katanya bisa merasakan hal-hal ghaib) nggak ada apa-apa di dalam kamar. Oh baiklah, solusi saya akhirnya mengajaknya baca doa sebelum tidur tiap hari. Tapi anehnya setiap jam 7 sampai jam 8 malam, ia masih selalu "terbangun" dan kemudian menangis histeris. 

Lalu beberapa hari lalu saya tidak sengaja membaca artikel di salah satu majalah parenting, membahas tentang permasalahan pada anak-anak di usia tertentu. Kemudian mata saya tertuju pada salah satu subjudul, Toddler Night Terrors, jeng jeeeeng .... hehehe. Gara-gara baca judul subartikel tersebut, saya jadi keingetan apa yang terjadi pada Liam beberapa hari ini. 

Benar saja, ternyata apa yang ditulis di artikelnya pas banget apa yang saya rasakan terjadi pada Liam. Kata artikel tersebut, Night Terrors bisa terjadi pada anak usia 2-3 tahun, yang dimana hal ini berbeda dari mimpi buruk biasa.  Kalau menurut cuplikan artikel yang saya lihat di babycenter.com
According to sleep expert Jodi A. Mindell, author of Sleeping Through the Night, the easiest way to tell the difference between a night terror and a nightmare is to ask yourself who's more upset about it the next morning. "If your child is more agitated, she had a nightmare. If you're the one who's disturbed, she probably had a night terror," says Mindell.

In other words, the "terror" of a night terror lingers far longer in the parent who watched it than in the child who lived it.
Memang benar ternyata, waktu saya tanya paginya, ada apa sama Liam kemarin malam. Liam seperti nggak peduli apa yang saya tanyakan. Selow aja gitu, eh kitanya yang bingung ada apa sama Liam semalam, hahaha. Jadi bener kan, terrornya lebih ke kitanya dibanding ke anaknya xD

Menurut artikel itu pula, yang katanya sih belum diteliti keampuhannya. Cara terbaik untuk membuat anak tersebut tidak mengalami Night terrors lagi adalah dengan membangunkannya 15-20 menit sebelum kejadian night terrors tersebut terjadi. Berhubung Liam memang dalam seminggu ini tiap hari selalu terbangun dan menangis histeris di waktu dan jam yang sama, sepertinya hal tersebut bisa saya coba. Salah satu tipsnya lagi adalah dengan memberikan jadwal yang konsisten setiap harinya, dari mandi, tidur dan makannya. Ehm, ini agak sulit, tapi semoga bisa dicoba terus menerus hingga akhirnya ia tidak mengalami teror lagi. Karena bukannya dia yang kena teror, kitanya yang kebingungan, hehehe.

Adakah dari teman-teman yang anaknya mengalami hal serupa ? Atau memang ini beneran wajar ya untuk anak seusia Liam. Share dong :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, February 24, 2017

Bahagia itu sederhana kok

Cuma ya butuh modal dikit, hahahahaha #oops

Assalamualaikum, 

Kadang banyak orang yang nggak sengaja saya stalk di media sosial sering mengatakan hal tersebut di postingannya, bahagia itu sederhana, yang kadang kalau kita lihat apa yang diposting, seperti foto
misalkan, ia jalan-jalan ke suatu negara atau daerah yang indah dan belum pernah kita datangi sebelumnya. Hastagnya adalah #bahagiaitusederhana, sesederhana pergi ke Eropa #eh, hehehe, nyinyir amat bukfen, iri pangkal nyesek loh, hahahaha 

Maafkeun, jadi sebenarnya saya jadi mikir, bahagia menurut persepsi masing-masing orang itu berbeda. Misalnya ada orang yang bahagia bagi-bagi duit ke orang lain, ada orang yang bahagia bikin orang lain bahagia dengan memberikan senyuman termanisnya, atau seperti di atas bahagia kalau dia bisa jalan-jalan ke suatu tempat impiannya. Saya misalnya, bahagia kalau suami ada di rumah atau lebih lagi ngajak jalan-jalan saya dan anak kami, bahagia banget!! #darihati :p

Saya juga bahagia lihat anak saya punya pengalaman baru dalam hidupnya. Jujur selama ini saya merasa belum memberikan banyak hal untuk anak saya, padahal sebenernya banyak banget perkembangan kecil darinya yang tidak saya pahami sebagai perubahan dalam hidupnya. Misalnya anak saya tiba-tiba punya kemauan untuk pakai baju sendiri, menghafal angka sendiri lewat remote tv, hihihi, cuci tangan di wastafel sendiri, dan banyak hal yang dulu ia tidak bisa lakukan sekarang bisa ia lakukan sendiri. Saya terlalu rendah diri untuk mengatakan anak saya masih belum bisa ini dan itu, ah! Kok tiba-tiba bener-bener butuh di taser, hehehehe, sorry (again)

Balik ke bahagia itu sederhana, minggu kemarin saya dan suami mengajak anak saya ke salah satu "pasar" kalau bisa disebut pasar sih, di Masjid Agung Surabaya. Happy moment, karena saya pertama kali mengajak Liam naik andong dan kenalan sama kuda dari dekat, hehehe. Mungkin karena saya bukan pecinta hewan, Liam juga nggak terlalu nyaman dekat-dekat dengan hewan, bukankah anak cerminan orang tuanya ya, hehehehe, nggak bisa juga sih kita minta dia harus suka pada hal ini dan itu padahal kita sebagai orang tuanya nggak suka. Tapi, di sisi lain dia suka dengan pengalaman baru, seperti halnya saya, tapi seperti halnya saya dia juga anak yang peragu, duh duh, bad habit.  

Liam, yang ragu memegang kuda
Jadi di sana, Liam pertama kalinya naik andong atau dokar, whatever you named it lah, hehehe, harusnya ini jadi resolusi sampai usianya 5 tahun ya, kan katanya golden moment, dia harus tau banyak sekali transportasi yang ada di sekitarnya. Kalau didaftar, Liam sudah pernah naik mobil, motor, becak, kereta kelinci, pesawat, kereta api, dan hmmm sepeda, ternyata masih banyak yang belum ia coba, contohnya perahu, kapal laut, gethek #eh, itu mah transportasi maknye jaman sekolah dulu, dusun banget nggak sih, hehehe, ah ya yang gampang sebenernya naik angkot dan bus kota, belum tersealisasi sampai sekarang, pe-er yang harus dicentang segera nih.

Selain naik dokar, ia kami ajak juga naik kereta kelinci disana, sebenarnya ia cukup sering naik transportasi hiburan yang murah meriah ini saat ia ada di daycare, bunda-bundanya sering mengajak anak-anak di daycare untuk jalan-jalan naik kereta kelinci. Hiburan yang aneh sebenernya, cuma muterin suatu rute di dalam kendaraan full color dan full cartoon character, dengan musik anak-anak yang luar biasa mengundang perhatian orang-orang di sekitarnya, hehehe, tapi anak-anak senang, padahal mungkin ia tau jalan-jalan tersebut, bukan sesuatu yang luar biasa. Sayangnya kereta kelinci itu juga full polusi udara, karena kendaraannya terbuka dan lewat jalan raya yang penuh polusi udara. Tapi naik motor pun juga polusi udara ding, hehehe. 

Liam juga kami ajak mainan portable murah di pinggiran masjid tersebut, seperti yang di bawah ini nih, nyewa selama 10 menit 5 ribu rupiah, main escavator kecil dan mancing ikan plastik. 

Mainan yang lagi ngetrend
Mancing, atau lebih tepatnya menjala ikan, hehehe


Apapun yang ia lakukan, ia lakukan atas dasar penasaran, tapi ia bahagia dan saya bahagia melihatnya. Walaupun itu tadi, semua itu butuh modal, modal bukan cuma uang kok, modal waktu dan perhatian kita ke anak juga penting. 

Itu #bahagiaitusederhana saya sementara ini, hihihi, sementara karena semoga selalu ada kebahagiaan lain yang selalu menyertai kami ya temans, semoga bahagia kami bisa membuat kamu bahagia juga ya ;) 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...