Wednesday, August 31, 2016

#CeritaLiam Liam's turns three

Assalamualaikum,

Anakku sudah 3 tahun aja siiih, hahaha, time flies like an arrow

Tanggal 29 Agustus kemarin, saya dan suami merayakan ulang tahun Liam ke 3 secara sederhana, sederhana itu ya di rumah aja, ngorder pizza double box sebagai pengganti birthday cake, yang saya tau Liam nggak akan mungkin doyan. Dia seperti balita lain pecinta rasa gurih dibanding cake yang manis-manis gitu. Jadi daripada beli cake dengan topping yang keren tapi kuenya nggak dimakan ya dipastikan aja pesan pizza, hehehe. 

Si dahi lebar kayak Ibunya, hahaha, plus balon angka 3 dan Pizza double box
Saya dan suami seperti semua orang tua lain pastinya berharap anak kami tumbuh dengan sehat, pintar dan sholeh, dengan plus-plus yang lain, yang kami sadari doa seperti itu juga butuh usaha dari orang tua yang plus-plus, sebuah tanaman tidak akan tumbuh sempurna jika tidak dipupuk dengan pupuk yang benar dan media tanam yang baik kan, aiih bahasa gue bahasa urban farming banget, hahaha

Liam hari ini adalah balita yang kadang menyenangkan, sering menyebalkan, hahaha, c'mon, nggak setiap hari seorang balita bisa manis-manis dengan kita, mencium dan memeluk kita tanpa sebab, nurut apa yang kita minta. Dia juga sering berantakin barang, susah diajak mandi, tapi kalau sudah mandi nggak mau selesai main air, looove to play outside yang membuat aroma tubuhnya kecut-kecut piye gitu, hahaha, dan mem-ban-tah! 

Ouch, balita tiga tahun itu ternyata sudah bisa membantah, sulit diberitahu, mengiya-iyakan saat kita meminta sesuatu. Tapi ia melakukan lagi apa yang kami larang. Mereka juga pendengar dan peniru yang baik. Karena bisa jadi sesuatu yang kita katakan tanpa sengaja bisa nempel terus di otaknya dan akan ia ulangi entah beberapa hari kemudian. Bikin kita agak was-was bisa jadi kita salah ngomong, iya nggak sih ? 

But we looooooveee hiiim soooo much, kami bangga dengan kelebihan-kelebihan kecil yang sudah bisa Liam tunjukkan, sudah bisa menyanyi walaupun bagian belakang-belakang kata-katanya aja, hihihi, sudah lebih berani bertemu orang walaupun harus pemanasan sejam lebih dulu, sudah bisa pipis dan pup di kamar mandi, sudah full lepas popok, makannya lebih banyak setelah lepas dot, rajin sholat maghrib ke mesjid dengan akungnya, mengenal banyak bentuk, kata, ungkapan dan belajar menghargai orang lain, dan banyak hal-hal kecil yang sudah kami tunjukkan padanya yang tanpa sadar membuatnya belajar menjadi anak yang lebih pintar dan lebih baik. 
Yaaay, tigaaaa, difoto bapak :D
Traktir Uti dan Akung :D
Saya sebagai Ibu sering sih merasa takut tidak bisa mengajarkannya dengan baik, sooo intimidated pada banyak Ibu yang "pencitraan"nya perfect banget di berbagai sosmed, hahaha. Yes, saya seharusnya nggak peduli, saya tau itu beberapa, mungkin cuma pencitraan, sayapun kadang pencitraan sih, hahaha, walaupun nggak bilang, Liam sudah bisa ini sudah bisa itu Liam hebat dalam ini dan itu, di setiap postingan instagram, snapchat ataupun facebook. eh tapi saya barusan posting di blog ya, hahahaha, ya sekali dua kali lah ya, milestonenya emang sudah bener toh ya, lainnya hanya foto kebersamaan :). Ah ya sudahlah. Harus berpikiran positif untuk banyak hal ya, PR banget buat saya :)

Langkah Liam selanjutnya sudah pasti sekolah, saya sudah mencari beberapa opsi dan sudah sreg sama salah satu sekolah yang dekat dengan rumah. Semoga sekolahnya baik buat Liam dan menjadi perekat buat kami juga, bukan hanya sekedar tempat penitipan lain saat saya bekerja :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, August 19, 2016

#ceritaliam Toilet Training (part 2) + Menyapih dot

Assalamualaikum,

Melanjutkan bahasan toilet training Liam beberapa bulan yang lalu, kali ini saya akan coba untuk sharing lagi lanjutannya. Ngomongin TT buat anak saya itu prosesnya panjaaaaang bener, sekarangpun juga belum sempurna kok. Sekarang Liam berusia 35 bulan, atau 2 tahun 11 bulan, 2 minggu lagi ultahnya yang ke 3. 

taken from here
Alhamdulillah sekarang lebih baik dibanding beberapa bulan lalu yang lumayan bikin drama ngepel lantai terus, karena anaknya sudah sadar saat harus ke kamar mandi untuk pipis. Kalau soal pup, nah ini masih agak php nih, Jadi hampir sebulan ini Liam sudah mau duduk di toilet extension, yang bikin nepok jidat adalah meskipun dia duduk di atas toilet pupnya dia tahan karena pupnya masih di celana atau popok. Kemarin tanggal 18 Agustus Liam sudah mau loh pup di atas toilet. MashaAllah, rasanya pengen cheering seharian, hehehe, terharu Ibunya T_T. Walaupun hari ini Liam akhirnya pup lagi di celana, huhuhu, yaaa anggap aja proses, belum terbiasa :) 

Sebenarnya nggak ujug ujug anaknya langsung mau, jadi sebulan terakhir saya mulai memasukkan dua video toilet training ke hp saya, yg pertama versi family fun pack (michael usia 2 tahun) dan toilet training orang India gitu, yang kemudian sering ia lihat dan sering kami bahas berdua. Awalnya ya masih belum mau sih ngeplung di kloset, tapi sudah mau duduk di toilet extention. Mungkin karena setiap saya membersihkan popok dan mengucek celana dalamnya yang kena pup, dia akhirnya kasian juga liat Ibunya, hehehe. Selain faktor setiap kali melakukan itu selalu saya jejali dengan wejangan, "Liam udah besar, kalau pup di toilet, kalau pupnya di celana atau popok itu berarti masih bayi". Well, maybe he's bored too. Atau ya memang dia sudah besar, aaawww ... 

Michael toilet training
Sebenarnya progress terbesar juga didapatkan dari proses berbeda dari toilet training yaitu proses menyapih dot. Jadi seminggu terakhir, saya juga mulai intens menyapih Liam dari dot. Iya selama setahun lebih anaknya ngedot, padahal dulu di awal anaknya lahir saya takut aja dia bakalan tersentuh dot lantaran masih ngAsi. Tapi ya sudahlah ya, proses Liam begitu, toh anaknya ngAsi sampai 2 tahun lebih, alhamdulillah. 

Saya perlahan mencoba mulai meminta Liam mengganti botol dotnya dengan gelas atau botol dengan sedotan, dia menolak, jelas lah setahun lebih minum susu soya pake dot dan kemudian diminta untuk tidak menggunakannya lagi bukan perkara mudah. Akhirnya saya mengganti susunya dengan UHT yang langsung disedot dari kemasannya, sangat bersyukur karena sekarang alerginya sudah sangat berkurang, jadi dia bisa meminumnya dan nggak berefek secara jelek langsung ke tubuhnya.
Alhamdulillah dia mau, walaupun setiap akan tidur dia masih meminta, "Bu, minta susu", "Bu, susu lagi" tapi setelah diberi pengertian akhirnya tidak perlu susu di botol dot-pun dia mau tidur. 

Bagaimana hal ini jadi progress yang luar biasa pada TT Liam? Karena pipisnya berkurang drastis saat tidur, setelah tidak minum susu melalui dot. Sehingga saya dengan mudah mentatur dia saat tengah malam dan dia sepertinya lebih bisa menahan rasa ingin buang air kecil-nya. Selain alasan TT, gigi Liam mulai "berantakan" gara-gara masalah dot ini, akhirnya saya dan suami langsung berpikir untuk menghentikan kebiasaannya yang satu ini. Jangan pikir hal ini nggak dikomentarin Ibu saya ya, hehehe, karena yaaa namanya juga nenek ya, kasian liat cucunya susah tidur kalau nggak mendapatkan kenyamanan itu, tapi skakmatnya toh kami orang tuanya bukan Ibu saya :p

Balik lagi ke masalah TT, bersyukur Liam bisa melewati fase ini, masih deg-degan juga sih. Siapa tau tiba-tiba ngompol atau pup di celana lagi (yang ini masih pr sih). Tapi ya namanya juga balita, masih boleh lah melakukan kesalahan-kesalahan itu :). Bagi kami orang tuanya, hal yang menyenangkan setelah proses ini benar benar sukses adalah alokasi dana untuk popok dan susu bubuk liam bisa berkurang. Apalagi tahun depan Liam kami sekolahkan, jadi semoga semua dimudahkan. Aamiiiin
Liam, 2 tahun 11 bulan 19 hari
Intinya sih dalam melakukan toilet training itu adalah kesabaran ya. Setiap anak punya proses dan waktu yang berbeda. Dulu baper juga beberapa anak teman yang sudah lepas dari popok dan pup di toilet saat usia mereka 2,5 tahun bahkan kurang. Sering lihat artikel parenting juga membantu melewati hal tersebut. Kondisi anak kita dengan anak orang lain beda, boleh mencontoh cara mereka mengajarkan anak kita, tapi saat itu tidak berhasil lakukan dengan cara terbaik yang keluarga ini terapkan. 

Semoga saat sekolah nanti nggak banyak drama tentang pipis dan pupnya Liam ya, biar Ibunya tenang dan aman saat di taking care sama orang lain :)

Review dikit, alat alat yang dibutuhkan saat toilet training (menurut maknya Liam nih yaaa) adalah 
1. Toilet extention atau potty seat
taken from here
2. Dingklik atau kursi kecil agar anak bisa menjangkau tingginya toilet. Saya belinya di ace hardware, beli dimana aja bisa sih, pemikiran saya saat itu bisa dilipat, berbahan plastik dan tahan lama :)
3. Alas karet alias perlak, bisa digunakan saat awal2 anak lepas popok, kalau ortunya nggak pede dia masih akan mengompol di atas kasur. Males juga kan kalau nyuci sprei tiap hari atau kasur pesing tralala, hehehe
4. Sprei anti air, nah opsi ini bisa jadi pilihan yang tepat kalau males pake perlak, beli aja sprei anti air, kasur aman dari basah dan pesing :D  
taken from here
Yang tidak saya gunakan, namun bisa jadi opsi lain 
1. Training pants, celana ini setingkat di atas clodi, atau cloth diaper. Katanya bisa dipakai untuk mengajarkan anak memahami arti kebelet pipis tapi tidak langsung ngompol seperti celana biasa. Alasan saya nggak beli adalah karena celana ini mihil, hahaha, pake clodi aja nggak biasa pake sok-sokan beli training pants :D
taken from here
2. Potty trainer, semacam tempat pup yang bentuknya lucu-lucu dan warna warni, kayak bebek-bebekan atau lainnya. Pake potty ini agak riskan ternyata, siapa tau dia lebih terbiasa pup di potty macam ini, dibanding ke kloset langsung. Jadi saya nggak mencoba :D
taken from here

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...