Tuesday, December 12, 2017

Presentasi itu nyeremin? Bener nggak ya? (Cek tips yang saya kasih ya)

Assalamualaikum, 

Membahas tentang judulnya, dulu saya juga berpikir seperti itu, sekarang pun sebenarnya kalau sedang "tidak siap" saya akan berpikir hal yang serupa, hehehe. Ya, presentasi itu pada dasarnya menurut saya adalah kesiapan si presenter ini.

Siap berbicara di depan publik dan siap menerima pertanyaan. Nah masalahnya siap berbicara dan menerima pertanyaan itu sulit dilakukan oleh orang-orang yang tidak biasa berbicara di depan publik. Jadi kesiapan itu idealnya dibangun oleh latihan dan pengalaman. Seperti saya contohnya, saya salah satu orang yang sulit berbicara di depan publik beberapa tahun lalu, grogi, keringat dingin, bahkan gigi gemertak saat mempresentasikan suatu hal.

taken from HERE
Ternyata Alhamdulillah, Allah memberi tantangan pada saya untuk berani menghadapi hal tersebut yaitu menjadi pengajar, dimana akhirnya saya harus ngomong di depan audience hampir setiap hari dalam kehidupan saya. Jadi intinya, hal tersebut yang membuat saya berlatih terus menerus. Namun kemudian, apakah serta merta saya akan jadi public speaker yang sempurna ? Enggak juga sih, it takes time dan latihan tak berujung, hehehe. 

Jadi dengan pemikiran itu saya akhirnya ingin share tips bagaimana cara bicara di depan audience bagi orang yang tipenya seperti saya yang "merasa" kurang bakat jadi public speaker, hihihi. Siapa tau berguna, cek yuk apa saja :)

1. Mempersiapkan dan memahami materi

Nah, kalau mau presentasi materi adalah yang paling penting. Saya pribadi kalau tidak mempersiapkan 1-2 hari sebelumnya, pasti akan gedubrakan, saat waktunya presentasi atau ngajar saya pasti akan kelimpungan, apalagi jika materi yang akan diberikan bisa saja sesuatu yang sebenarnya tidak saya kuasai sepenuhnya. Jadi akhirnya saya biasanya akan belajar dulu dan mulai cari-cari apa yang kemungkinan bisa jadi pertanyaan bagi audience.

Taken from HERE
Saya sebenarnya agak sebal jika saya meminta mahasiswa saya berpresentasi dan kemudian beberapa dari mereka tidak tahu sama sekali dengan apa yang mereka jelaskan. Jadi menurut saya materi itu tidak hanya sekedar dibuat tapi juga harus dipelajari.

Tantang diri sendiri untuk membuat presentasi yang lebih baik, layaknya presentasi seharusnya lebih banyak ngomongnya dibanding tulisan di powerpoint, jadi perbanyak poin-poin di layar, dibanding misalnya menyalin semua tulisan dari laporan yang dibuat, tulisan yang bisa memenuhi seluruh power point misalnya. It sucks, payahnya dulu saya begitu, tapi sekarang enggak lagi kok, kan sudah belajar, hehehe. 

Berikan gambar yang sesuai, agar tampilan power point bisa jauh lebih menarik, dan bewarna :D

Dan selalu cek, apakah apa yang akan dibahas sudah cukup lengkap dan cukup bisa membuat kamu merasa siap, kalau sudah disimpan dan dipelajari lagi, yes, semakin sering dipelajari semakin siap untuk berbicara di depan audience.

Oh iya, selalu pastikan file, laptop atau komputer kamu berfungsi dengan baik :D (Yup, saya pernah kelabakan karena tiba-tiba laptop saya tidak bisa digunakan, yang endingnya kuliahnya dibatalkan, huhuhu, padahal udah siap presentasi)

2. Latihan di mana saja

Nah biasanya jika saya sudah mempersiapkan materi dan memahami materi tersebut, saya berlatih untuk "ngomongnya" di depan audience. Cara yang biasa saya lakukan adalah berbicara di depan laptop, saat materi tersebut saya buat (like rite now, I actually talk with my laptop :D). Latihan di atas kendaraan saat berangkat ke kampus, di saat sebelum tidur, dan bahkan beberapa menit sebelum presentasi dimulai.

Ada tambahan, taukah jika kita menjelaskan menggunakan tangan itu akan membuat kita bisa lebih mengimajinasikan apa yang akan kita jelaskan ? Saya pribadi beberapa waktu terakhir melakukannya, dan ternyata itu membuat saya lebih tenang, you know, seperti pak SBY dengan tangannya saat melakukan pidato ? hehehe, ya seperti itulah :D Actually karena saya belajar juga dari suami saya yang biasanya melakukannya saat live di TV, hehehe.

3. Jangan lihat mata mereka

Okay, the moment of truth, saatnya presentasi. Jika sudah siapkan semua materinya, saya rasa semuanya akan lancar, minum dulu sebelum berbicara dan  seperti judul poin 3, nggak usah melihat mata audience kita. Nah terus tutup mata gitu ? Ya enggak, ini yang saya pelajari dari video public speaking yang pernah tonton, kalau berbicara di depan orang banyak, lihat aja rambut mereka, atau dahi mereka. Karena itu akan membuat audience merasa diperhatikan tapi kita tetap tidak grogi karena jadi perhatian seluruh kelas. Walaupun kalau sudah sering melakukannya insyaAllah nggak akan takut lagi kok melihat mata audience kita :D

Hayooo, apa lihat-lihat, taken from HERE
4. Pakai sesuatu yang nyaman (tapi sesuai aturan)

It's important, semakin kita nyaman dengan apa yang kita pakai, semakin tenang kita saat menjelaskan sesuatu. Walaupun bagi beberapa public speaker menggunakan kaos dan celana jeans robek-robek adalah yang terbaik, ya tetap harus lihat tempat dan aturannya sih, hehehe. Karena kebetulan kampus dan kuliah saya mengharuskan mahasiswa untuk berpakaian formal misalnya dengan kemeja dan celana panjang / rok yang rapi, yeah lakukan seperti yang diminta. Tapi tetap harus nyaman dipakai. Karena biasanya presentasi membutuhkan orang untuk bergerak bebas, misalnya jalan di depan audience, menjelaskan menggunakan tangan atau melakukan sesuatu menggunakan gerak badan.

5. Belajar

Nah beberapa poin di atas saya sering menyebutkan tentang belajar. Belajar tidak harus selalu formal, bisa melalui youtube misalnya atau bertanya pada orang yang biasa berbicara di depan audience, dalam kasus saya ya tanya sama suami saya, hehehe. Mungkin bisa juga belajar melalui kelas-kelas public speaking yang sering diadakan oleh beberapa kelas workshop.

6. Berani bertanya di publik

Bertanya bagi saya adalah cara saya untuk menantang diri saya untuk dapat berbicara di depan audience. Misalnya ada teman anda yang presentasi, beranilah tunjuk tangan dan bertanya tentang sesuatu yang mengganjal di hati anda. Mengapa itu penting, karena sebenarnya bertanya di publik itu hampir mirip dengan presentasi, kita harus ngomong dengan keras di sebuah forum yang orangnya banyak.  Dan itu berhasil buat saya, saya jadi lebih berani mengemukakan pendapat di depan banyak orang. Walaupun kadang kalah sih sama orang yang memang lebih curious dibanding saya, hehehe.

Ya, untuk sementara itu yang bisa saya share, karena memang itu yang biasa saya lakukan selama ini. 

Akhir kata, keep challenging yourself and keep calm, karena semua masalah insyaAllah ada jalannya, seperti presentasi, hehehe.

Selamat mencoba :)

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

Sunday, December 10, 2017

Si Unyil (Animasi 3D) di USee Prime

Assalamualaikum,

Hai kalian, apa kabar ?
Lama ya saya tidak menulis di blog, sulit juga sih menyempatkan waktu untuk menulis panjang lebar tentang sesuatu yang saya rasa mungkin tidak banyak yang membaca, hehehe, saya kok jadi skeptis ya, mungkin sebenarnya saya saja yang jarang blogwalking dan bloghopping, sorry :D

Anyway, saya jadi ingin menulis tentang salah satu kartun favorit baru anak saya. Seperti yang tertulis di judul, tentu saja saya akan membahas tentang Si Unyil the animation series, bukan serial laptop si Unyil, atau drama boneka si Unyil tahun 80an itu, tapi Si Unyil versi terbaru, alias dengan format tiga dimensi.
Boneka tangan Si Unyil era 80an, diambil dari SINI

Ada yang pernah melihatnya ?
Mungkin bagi yang bukan pelanggan UseeTV ataupun IndieHome belum mengetahui tentang serial ini, karena kebetulan sih disiarkannya di USee Prime, punya USee TV. Ini bukan endorse atau buzzing TV Kabel itu kok, hehehe, cuma sekedar sharing aja, kalau ada salah satu kartun adaptasi serial tahun 80an si Unyil ini yang dulunya menggunakan format boneka tangan, dibuat versi baru menggunakan versi 3D, dan kebetulan ada di TV kabel itu.

Tampilan si Unyil di USee Prime, diambil dari SINI
Dan saya senang karena Liam suka banget sama serial ini. Sebagai anak yang jarang sekali nonton kartun luar negeri (kecuali Upin dan Ipin tentu saja), menurut saya dengan Liam menonton kartun ini akan banyak hal positif yang bisa ia dapatkan. Dibanding dengan ASJ yang pernah saya tulis agak kurang mendidik (menurut saya), coba cek postingan saya beberapa waktu yang lalu

Basicly ceritanya masih sama, tentang Unyil dan kawan-kawannya yang tinggal di Desa Sukamaju dan setiap episodenya memiliki cerita seru "anak desa" dengan konflik yang nantinya terselesaikan dengan baik dan positif. Humor yang ditampilkan juga tidak klise dan saya sungguh terhibur kalau menonton setiap episode barunya. Selain Unyil dan kawan-kawannya, ada beberapa tokoh dewasa yang mungkin bagi penonton Unyil jaman dulu pernah familiar dengan nama-namanya, antara lain Pak Ogah, Pak Ableh dan Mbok Bariah. Tapi memang ada satu tokoh fenomenal di jaman dulu yang tidak ditunjukkan lagi di serial yang baru ini, yaitu Pak Raden. Menurut saya mungkin karena Pak Raden tidak boleh dan tidak bisa digantikan oleh bentuk apapun, baik pengisi suara atau bahkan dibuat versi 3Dnya, kemungkinan untuk menghormati beliau yang sudah tidak ada. Tapi alasan tepatnya seperti apa, saya juga belum cari tau sih :) Oh iya ada 2 tokoh baru di serial animasi ini yaitu Lena (Magdalena) yang berambut keriting dan berkulit gelap yang katanya berasal dari Papua dan tokoh bule bernama Mr Peter VanDegung sebagai peneliti binatang.

Walaupun begitu, ceritanya tetap seru, dan saya bahkan selalu menantikan kehadiran episode barunya setiap hari Minggu. Tapi toh kalau kita langganan TV kabel kan bisa direplay sih ya, jadi setiap Liam minta nonton Unyil, ya bisa setiap hari di replay terus dan menonton episode yang lalu. Bottomline serial ini bagus dan tinggal tunggu waktu saja sih kapan akan tampil di TV nasional, supaya tidak bosan dengan serial kartun Indonesia yang lain yang bagi saya terlalu hitam putih :) 

Nih coba cek trailernya, trailernya juga menghibur banget loh ^_^




I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...