Wednesday, June 21, 2017

Gara-gara Kabe-don, kenalan sama Kento Yamazaki

Assalamualaikum,

Kalian yang demen Japanese Culture atau setidaknya doyan nonton dorama Jepang atau anime-anime Jepang, mungkin paham apa itu Kabedon, nah kalau ada yang belum tau, sebelum saya menjelaskan apa itu Kabedon saya akan cerita dulu kenapa kok tiba-tiba pengen nulis ini, hehehe.

Jadi beberapa waktu lalu saya tidak sengaja membaca artikel dari link yang di share oleh teman saya di salah satu media sosial, nah di dalam artikel itu ada artikel lain yang menceritakan seseorang yang membeli tempat salt shaker unik dengan tema Kabedon di Jepang. Gambarnya kayak yang di bawah nih.

Diambil dari sini
Hahaha, unik banget yaaa ,,,, nah, saya agak paham sih akhirnya Kabedon maksudnya apa, tapi kemudian saya penasaran, arti sesungguhnya Kabedon itu apa. Saya googling dooong, hehehe, UGM banget ya, Universitas Googling Mandiri xD.

Jadi menurut artikel-artikel ini Kabe artinya Tembok, sedangkan Don, itu suara "duk" saat kita memukul sesuatu (di sini maksudnya memukul tembok). Nah di beberapa anime dan dorama Jepang sering banget menggunakan adegan ini, bukan cuma beberapa sih, mostly kayaknya, hahaha. Kalau dalam istilah anime (yang barusan saya googling juga) yang sering menggunakan adegan ini adalah Shoujo Anime, anime yang biasanya disukai oleh pembaca perempuan dimana kisahnya walaupun fantasi atau action ada cerita cintanya, atau romantis, yang bikin deg-deg'an perempuan gitu maksudnya. Setelah saya pikir-pikir, adegan seperti ini juga cukup sering digunakan di beberapa K-drama, alias Drakor, hehehe. Intinya mah kalau bikin cewek deg-deg'an akan dipake untuk buat dimasukkan ke drama-drama ini ya :D

Okay, setelah paham tentang kabedon, saya akhirnya buka youtube nih, hihihi, cari keyword kabedon, dan menemukan adegan multiple kabedon dari salah satu film Jepang bergenre remaja, yang ternyata disadur dari salah satu komik dan anime Jepang, Heroine Shikakku. Live action dari anime ini diberi judul Heroine Disqualified atau ada yang menyebut No longer Heroine di beberapa website info film-film Jepang dan Korea. Adegan Kabedon-nya sih antara Kentaro Sakaguchi dan Mirei Kiritani, nah yang dua orang ini saya barusan kenalan semua nih, hahaha. Langsung naksir berat sama Dek Kentaro ini, cakep ye xD #alaydetected

Dek Kentaro Sakaguchi, diambil dari situs ini


Akhirnya setelah itu, saya cari dong film ini di kissasian.com, langsung deh nonton film ini. Dan selain kenalan sama Kentaro dan Mirei, naaah ... ketemulah saya dengan si Kento Yamazaki, hahahaha. Dia menjadi tokoh utamanya by the way, sebagai Rita Terasaka. Walaupun sebenarnya saya lebih naksir Kentaro sih (apeu siiih, hahaha). 

Intinya sih membuat saya penasaran sama film-film lain yang mereka mainkan, terus akhirnya nemu di Viu serial drama yang dimainkan oleh si orang-orang ini, serial A girl and three sweethearts. Tokoh utamanya sama persis, Mirei Kiritani dan Kento Yamazaki, nah di serial ini Kento, menurut saya, jauh lebih menarik sih daripada tokoh di film sebelumnya yang saya lihat, walaupun secara penokohan mirip, dingin dan sok-sok nggak suka gitu, hahaha.

Dek Kento Yamazaki, diambil dari situs ini
Kento ini mengingatkan saya sama Hideaki Takizawa, nggak mirip sih secara fisik, tapi mereka terkenal di usia yang sama saat itu, entah sekarang kemana ya si Takki ini. Iya, saya tua banget ya bawa-bawa Hideaki Takizawa ke tulisan ini, hahaha. Karena emang terakhir saya tertarik melihat Dorama Jepang sudah lamaaaaaa banget, dan itu yang main Takki, kalau ada yang ingat Strawberry on the shortcake, nah itu tuh, lama kaan? Selain juga dorama Jepang cukup jarang ada di tv lokal, Korean wave mungkin lebih kerasa di Indonesia. Tapi untung saya terselamatkan dan mengenal mereka, hahaha, apa siiih buuuk xD

Mungkin saya memang butuh hiburan baru, selain melihat klisenya serial-serial Korea yang saya lihat di aplikasi atau saya lihat di tv kabel, atau mungkin saya selemah itu melihat adek-adek berwajah oriental yang ganteng, huwaahahaha .... Sadar Ibuuuk ...

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, June 9, 2017

Tutorial : Membuat Wayang Profesi dari kertas

Assalamualaikum,

Hai, man teman, karena saya janji sama beberapa teman saya untuk repost tutorial bagaimana cara membuat wayang orang atau profesi dari kertas tebal atau karton, saya niatin untuk menulisnya pagi ini ^_^

Sebenarnya ide ini saya dapatkan dari salah satu buku kreatif yang saya beli beberapa waktu lalu, judulnya Catatan Mainan DIY Anak (main pintar tidak perlu mahal), yang dikarang bareng-bareng oleh lima ibu kreatif yang salah satunya adalah @iburakarayi. 

Dalam buku tersebut wayang yang dibuat adalah versi dokter, karena saya ingin lebih memperkenalkan profesi Bapaknya Liam ke Liam, akhirnya saya buat profesinya seorang Reporter TV :)

Penampakan bukunya
Wayang dokter di bukunya
Alat dan Bahan :
- Karton bekas kotak susu / sereal (saya pakai bekas kotak sepatu)
- Spidol besar
- Pensil warna (atau pewarna lainnya)
- Gunting
- Selotip kertas
- Lem uhu
- Sumpit kayu (2 pasang) (saya pakai tusuk sate yang jumlahnya 6, biar tebel saya dobelin pakai selotip kertas)
- Paper fastener atau simpul yang terbuat dari benang wool (saya pakai benang)
- Benang tebal seperti benang rajut, benang sulam (didobel dua) atau benang wool
- Benang sulam besar

Cara Membuat : 

1. Buat gambar yang ingin dibuat, kalau di buku sih ada templatenya ya, saya buatnya lebih besar daripada templatenya. Warnai menggunakan pensil warna. Kemudian gunting sesuai pola.
Gambar di karton bekas
Warnai gambar yang sudah kamu buat
Setelah digunting dan diatur sesuai dengan letaknya
2. Untuk menyambung potongan lengan atas dan bawah, gunakan paper fastener atau simpul besar. Tumpuk kedua potongan tangan dan tusuk kira-kira di bagian tengah tumpukan 'siku' wayang. Tarik kuat kemudian buat simpul sekali lagi di sisi sebaliknya.
3. Lakukan hal yang sama untuk pundak dan kaki.


4. Untuk memasang tongkat pengendali pada telapak tangan buat simpul benang lalu tusuk di bagian tengah telapak tangan tokoh wayang, kemudian lilitkan sisa benang yang ada di jarum ke sumpit, beri sedikit lem uhu dan untuk lebih kuatnya pakai selotip kertas (tapi selotipnya jangan nempel di pola lengannya ya, ntar wayangnya nggak bebas geraknya, sudah nyoba begitu soalnya, hehehe)
5. Ulangi untuk tongkat pengendali tangan sebelahnya.
6. Untuk tongkat utama wayang (bagian punggung wayang), ambil sepasang sumpit dan tempel di bagian tengah belakang wayang menggunakan lem uhu. Lapisi lagi dengan selotip kertas supaya lebih kuat. 

7. Wayang siap dimainkan :)

Nah mainnya terserah kalian, mau dongeng tentang Bapak yang belum pulang karena kerjanya selalu full time #eh, hehehe #curhat, atau ya berikan dongeng menyenangkan tentang profesi jurnalis, atau apapun wayang profesi yang kamu buat :)

Selamat mencoba

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...