Pernah memainkan game The Sims ?
Bagi saya pribadi permainan berbagai macam versi ini memang bikin ketagihan dan membuat kita penasaran ingin main dan main lagi. Tapi bukan masalah ketagihan itu yang akan saya bahas di postingan saya kali ini.
Saya punya pendapat bahwa di game ini kita diberi kesempatan untuk memegang role sebagai "Tuhan" yang mengatur hidup satu-dua orang manusia yang memiliki kebutuhan yang bermacam. Manusia dalam sebuah simulasi, yang memiliki kebutuhan sama seperti manusia dalam dunia nyata seperti makan, mandi, ke toilet, hiburan, environment yang baik, pekerjaan dan yang paling penting adalah relationship.
Begitu mudah bagi saya sebagai "Tuhan" di game tersebut membuat sosok yang saya mainkan dapat berkomunikasi baik dengan tokoh-tokoh yang lain, tentunya untuk kebutuhan akan gamenya.

Begitu pentingnya sebuah komunikasi, menjadikannya hal krusial dalam game tersebut.
Let say, saat tokoh tersebut sibuk bekerja, sibuk mencari pundi-pundi uang untuk kebutuhan sehari-harinya, kita sebagai "Tuhan" lupa kalau tokoh tersebut harusnya menjaga hubungan baik dengan tokoh lain. Karena jika hal tersebut tidak di maintain dengan baik, angka "relationship" itu berkurang.
Pernah sadar nggak sih, it did happens in the real life.
Tidak jauh-jauh, ambil contoh saya sendiri lah, beberapa waktu lalu saya sibuk mengerjakan tugas akhir. Memang itu membuat saya harus fokus pada hal tersebut, sehingga me-maintain hubungan dengan teman atau saudara tidak boleh terlalu sering. Sehingga pada saat saya sadar, ternyata saya ketinggalan banyak hal-hal baru dari mereka. Dan merasa saya sedikit kurang pergaulan alias kuper.
Walaupun kembali lagi, itu tergantung orangnya. Saya adalah orang yang sulit fokus pada satu hal jika kebetulan banyak hal yang harus dipikirkan. Sehingga saya mengesampingkan hal-hal tersebut untuk memfokuskan diri pada tugas akhir saya.
Saya bahkan sempat break dengan pasangan saya dengan sedikit alasan ini, alhamdulillah dia orang yang sangat pengertian. Dan Alhamdulillah, akhirnya saya pun bisa lulus.
Contoh lain, hubungan Ibu dan anak. Saya punya teman yang baru saja memiliki anak waktu itu.
Saat teman saya sudah mulai bekerja, akhirnya harus meninggalkan anaknya demi pekerjaannya tersebut. Saat ia sadar ia kehilangan banyak waktu bersama dengan anaknya demi pekerjaannya, ia akhirnya membuat keputusan. Dia hengkang dari pekerjaannya, banting setir jadi Ibu rumah tangga.
Memang, tidak semua manusia sama. Teman-teman blogger perempuan di sini yang bekerja dan punya anak mungkin memiliki cara berbeda dibanding teman saya tersebut. Tapi yang diakui teman saya, hubungan Ibu dan Anak tersebut lebih erat.Oh okay, kembali lagi ke Sims, dari game ini saya merasa harus belajar dan mencoba untuk lebih menyeimbangkan semuanya. Karir saya ke depan dihadapkan dengan hubungan saya dengan teman, pasangan, saudara bahkan juga dengan orang tua saya sendiri.
Ada kalanya kita harus memiliki "me" time, entah itu waktu dalam pekerjaan atau butuh untuk sendiri. Tapi quality time dengan orang-orang yang saya sebutkan tadi juga jangan sampai lupa di maintain juga.
Seperti pasangan saya sering bilang saat kita ngobrol.
"Untuk membuat orang-orang di sekitar kita mengerti apa yang kita mau, apa yang mereka mau, apa yang dia lakukan apa yang mereka ingin tau kita lakukan, intinya cuma satu, Komunikasi"
Dan komunikasi adalah salah satu bentuk silaturahim yang paling dasar kan?
Ah saya jadi menyadari juga, seharusnya saya tidak memutus komunikasi dengan beberapa orang. Karena entah kapan, bisa saja kita membutuhkan orang tersebut -err, ini curhat, hehe.
Dan bagi saya, saya butuh banyak orang untuk membuat saya exist. Maksudnya dalam hal umum, bukan menjadi populer loh ya?
Lagipula apa gunanya menjadi ansos di dunia ini ? Tokoh di The Sims aja bisa stress dan mati kalau jadi ansos :)
Gambar : dari berbagai sumber dengan keyword SIMS 3
I think that's all, thank you






