Thursday, April 5, 2018

Kerennya tas handmade lokal Indonesia

Assalamualaikum,

Beberapa waktu ini saya berpikir bahwa banyak sekali desainer dan produk Indonesia yang namanya sudah mulai menjebol pasar fashion dunia. Salah satu produk yang membuat saya tertarik adalah aksesoris pelengkap perempuan, yaitu tas. Duh, siapa sih perempuan yang nggak lupa membawa tas kemana-mana, mau ke pasar, ke mol, ke sekolah, ke kampus, nganter anak sekolah nganter anak ngaji (hehe) rasanya semua perempuan selalu membawa tas, dari yang kecil, besar sampai backpack sekalipun, perempuan punya semuanya untuk segala kondisi.

Balik lagi ke tas produksi desainer Indonesia, setelah saya cari-cari nih, ternyata produk-produk tas ciptaan desainer itu kebanyakan produk handmade loh. Sepertinya para desainer tas tersebut berpikir, ketika pengerjaan tas dilakukan 80% menggunakan tangan, hasil yang diciptakan lebih bagus, otentik dan halus sekali. Nah kemudian saya membayangkan juga, ketika pembuatan tas-tas tersebut lebih banyak menggunakan tenaga manusia, bukan tenaga mesin, maka semakin banyak orang yang mendapat pekerjaan dari industri kerajinan tangan khususnya tas. Jadi nih kalau kita beli tas wanita handmade, berarti kita ikut mendukung penyerapan tenaga kerja juga dong ya, good thought kan ? Mengurangi pengangguran, penting tuh :D

Penasaran bagaimana cara mereka membuat tas wanita ? Begini nih caranya.

Ternyata, proses pembuatan tas handmade ini menarik banget loh, pencarian awal dimulai dari bahan, ada yang kulit, sutra, satin, sampai suede. Proses pemilihan juga sangat penting, sehingga perlu banget diperhatikan. Yang pasti, harus sama dengan desain awal dari desainer. Harus dicek dulu asal usul bahannya supaya kualitasnya terjaga.

Selain bahan utama, bahan tambahan juga pasti dipertimbangkan masak-masak. Seperti risleting, kunci, ring, aksesoris, hingga gesper tas. Bahkan ada loh produk tas handmade yang menggunakan benang sutra sebagai hiasan tas. Proses desainnya sendiri katanya lumayan rumit. Pengerjaan ini dilakukan oleh pengrajin tas wanita satu per satu. Jadi, hasilnya juga lebih teliti dan detail.

Awalnya, digambar dulu corak desain di selembar kertas. Kalau sudah, dilakukan proses pewarnaan. Kemudian, dicocokin deh warnanya dengan warna kain yang tersedia. Kalau dari desain udah siap, lanjut deh ke proses menjahit. Kain yang sudah disulam sesuai pola kemudian direkatkan ke tas wanita. Akhirnya, jadilah tas wanita handmade kualitas premium menggunakan sulaman. Itu baru satu contoh, masih banyak contoh tas handmade kualitas premium lainnya.

Nah ini nih rekomendasi tas wanita handmade lokal kualitas premium yang beneran kece abis.

Gara-gara saya penasaran nih, akhirnya saya cari juga deh beberapa tas wanita handmade dari material kulit yang kece-kece di Qlapa.com, situs kerajinan handmade dan unik punya Indonesia. Konon katanya tas kulit handmade lagi banyak yang suka nih. Alasannya, produk bahan kulit terlihat alami dan elegan. Saat ini, ada beberapa pengrajin yang memproduksi tas wanita kulit handmade keren dan banyak disukai orang. Yuk simak lima label yang keren banget di bawah ini.

1. Geulis Leather Ethnic
Tas wanita kulit handmade bisa dikombinasikan dengan bahan lain tanpa merusak kesan elegan dari material dasarnya lho! Geulis Leather Ethnic mampu mengharmoniskan kulit asli dengan kain khas daerah di Indonesia dan menghasilkan tas etnik dan kece. Hasil produksi Geulis Leather ethnic cocok deh buat perempuan modern. Pengrajinnya asal Bandung, tau kan kalau Bandung dikenal dengan kearifan budaya yang tinggi, pasti hasil desainnya oke punya dong.
Kita bisa menemukan tas yang hanya menggunakan kulit namun juga bisa kita temukan tas dengan kombinasi kulit sapi asli bersama kain batik dan tenun. Ragam ukurannya ada banyak. Pertama, sling bag kecil untuk jalan-jalan santai. Kedua, tas buket berukuran sedang cocok dibawa ke kantor. Ketiga, totebag ukuran besar untuk traveling. Semua model ini oleh Geulis Leather Ethnic diberi harga 1,1 juta rupiah sampai 1,4 juta rupiah.

2. Cupio
Wow, kalian harus lihat produk tas wanita buatan cupio ini, produknya tidak menggunakan tas dari kulit sapi, melainkan ular loh. Warna yang dihasilkan keren banget, ada yang bewarna ombre gitu, terlihat unik namun juga glamour dan mewah, sehingga cocok dipakai di acara resmi. 
Label ini berasal dari Jakarta Barat, dan produk Cupio dibandrol antara 1,8 juta rupiah hingga 5 juta rupiah. Harga tersebut sangat wajar mengingat materialnya  sulit didapatkan. Selain itu, model Cupio sendiri dibentuk dengan desain yang unik dan artistik.

3. Kali Uma
Bagi kalian pencinta tas kulit berdesain simple, pengrajin dari Bali ini adalah salah satu pilihan yg nggak boleh ditinggalkan. Namanya Kali Uma, cocok banget buat wanita anti ribet. Soalnya, konsepnya beraliran minimalis. 
Kali Uma, yang berpusat di Denpasar, memiliki model tote bag favorit para konsumennya. Kenapa? Soalnya, tote bag itu bisa memuat banyak barang. Harga yang ditawarkan untuk satu buah produk sangat affordable hanya 800 ribu rupiah! Tote bag milik Kali Uma ini selain bisa dijinjing, bisa juga diselempangkan lho. Keren kan?

4. Felistianova
Suka dengan nuansa etnik? Berarti kamu harus kenalan sama Felistianova, pengrajin handmade asal Bandung juga. Produksi tas wanita Felistianova punya kesan etnik nan kental. Bahan berupa kulit sapi asli, makanya tingkat kekuatan produk gak perlu diragukan lagi. Perpaduannya dengan kain etnik nusantara membuat produk Felistianova sangat menarik, bayangkan saja ada Tenun Ayutopas NTT, Tenun Buna Pot, Tenun Rangrang, Batik Hokokai, Songket Palembang, dan beberapa kain-kain khas nusantara yang bahkan kalian belum pernah dengar namanya.
Harga produk Felistianova sendiri berkisar 950 ribu rupiah hingga 2,65 juta rupiah. Semua itu sesuai dengan material berkualitas dan desain khas Nusantara yang macamnya banyak sekali.

5. Adib Craft
Pengrajin Adib Craft, termasuk selera saya banget nih. Modelnya tidak hanya sekedar dibuat dari bahan kulit, namun mostly karya mereka dibuat dengan cara dianyam. Yang jauh lebih menarik lagi ada beberapa tas Adib Craft yang menggunakan lukisan tangan motif batik bunga di atas kulit sapi yang mereka gunakan, kereen :D
Di sini, kamu bisa nemuin beragam model tas, mulai dari tote bag, hand bag, clutch hingga  sling bag. Harganya juga berkisar antara 115 ribu rupiah hingga 395 ribu rupiah saja. Affordable pakai banget!

See, hasil karya desainer Indonesia tidak kalah kan dengan produk luar negeri, apalagi jangan sampai tertipu produk-produk KW yang katanya mulai banyak menjamur terjual di berbagai online store di Indonesia. Maka, yuk beli tas wanita handmade lokal Indonesia, dijamin awet dan nggak bakalan nyesel :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Saturday, March 31, 2018

Nonton film di bioskop

Assalamualaikum,

Bahasan ini membuat saya keliatan kupernya, hehehe, setelah punya anak memang saya jarang sekali nonton di bioskop. Faktor saya merasa nggak enak ninggalin anak untuk nonton bioskop yang biasanya waktunya sampai sore, kalaupun nitipin dia di daycare pulangnya jadi sore banget. Dan orang tua saya agak jengah kalau saya ninggalin anak saya sendiri, misalkan saya pacaran sama suami aja, hehehe, iya, kurang hiburan banget nih maknya Liam. Tapiii hiburan itu nggak mesti ke bioskop sih, duh kan jadi lupa bersyukur.

Anyway, terhitung baru 2 kali saya nonton bioskop setelah Liam lahir, ya ampun, kuper, hahaha. Film pertama yang saya tonton adalah Fantastic beast and where to find them, yang kedua saya beranikan ajak Liam beberapa bulan lalu, nonton Coco. Bukan berarti saya nggak nonton film sih, nontonnya gratisan via internet (plus nonton drama korea, hahaha) tapi dalam 4 tahun terakhir ya, saya baru nonton 2 kali itu di bioskop, hehehe, parah ya kupernya.

Nah tentang nonton film di bioskop sama anak ini, saya jadi ingat tentang postingan seorang selebgram yang sempat posting di insta storiesnya tentang ketidaknyamanan di bioskop karena terganggu pada suara tangisan bayi dari keluarga kecil di dalam bioskop. 
Photo by Donald Tong from Pexels
Saya pribadi merasa wajar saja kalau si mbak seleb (@leonyvh) itu kecewa dengan si Bapak bayi tersebut yang minta untuk dimengerti. Padahal film yang ditonton saat itu adalah film 17tahun ke atas. Film yang ditontonpun (Tomb Rider) sound effectnya juga pasti luar biasa mengganggu si anak, jadi wajar kalau anaknya menangis. 

Saya sebagai seorang Ibu sebenarnya malu mendengar ucapan si bapak bayi tersebut yang bilang, “Kan kamu masih bayi ya. Enggak apa-apa nangis kencang-kencang. Orang-orang begitu mah biasanya yang enggak punya anak”

Ya ampun, saya yakin di dalam bioskop tersebut ada yang sudah punya anak, ada yang punya anak bayi juga, namun mungkin ditinggalkan di rumah bersama kakek nenek atau nanny-nya, ada yang belum punya anak, tapi ingin punya anak, tapi gara-gara ucapan egois itu, ingin mengutuk si bapak ini, saya pun, hehe. Atau mungkin saja si bapak ini sebenarnya malu, tapi gengsi, gengsinya tinggi banget sampai nggak mau dianggap salah.

Semoga sih keluarga kecil itu belajar dari pengalaman untuk tidak membawa bayinya saat menonton bioskop lagi. Kalaupun sudah saatnya, misalnya 2-3 tahun, bolehlah diajak nonton, asalkan ratenya SU, alias Semua Umur. Dan kalau si anak nangis, janganlah ngotot untuk ada di dalam bioskop terus, ajak keluar, tenangkan. Dan kalau sudah tidak bisa ditenangkan, relakan aja tiket nontonnya, dan kemudian bisa dicoba lagi lain waktu. Pada dasarnya jadi orang tua kan memang harus mau berkorban, dan pasti anaknya akan belajar pengorbanan orang tuanya tersebut. Dan sabar lah nunggu sampai waktunya bisa nonton dengan tenang, sementara nonton aja lewat streaming di internet, hehehe. 

Tapi ini dari sudut pandang saya yang sudah tidak moviegoers lagi setelah punya anak ya, saya nggak tau dari sudut pandang orang tua yang harus nonton setidaknya seminggu sekali sih.

Kalau menurut teman-teman ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...