Kadang senyum-senyum sendiri, nangis-nangis sendiri, cemberut, eh ketawa lagi.
Kaya' orang gila.
Tapi proses itu memang menyenangkan bagi si empunya perasaan.
Like me, like him, like everyone whose immobilize by love.

Awalnya hanya dari sebuah permintaan iseng saya untuk memintanya datang ke rumah, kemudian berlanjut dengan obrolan-obrolan nyaman yang selalu membuat saya terngiang-ngiang. Sebuah permintaan konyol saya, seperti memintanya datang malam minggu, disaat ia lelah dengan membawa Chessecake ke rumah, dan ia menyanggupinya, membuat saya heran sekaligus speechless.
SMS-SMS penting gak penting, seperti, "Heran, kok inbox ini banyak dipenuhi nama kamu ya?" :D
Telfon-telfon setiap malam dan tiap hari yang membuat Ibu saya wondering siapa yang saya hubungi atau menghubungi saya.
Damn, proses itu menyebabkan saya nggak bisa lepas dari dia.
Proses itu juga yang membuat saya sadar, saya mungkin suka padanya.
Suka itu kemudian berubah menjadi rasa yang lebih dari itu, sedikit adiktif dan mengganggu.
Sebuah rasa yang disebut sayang mungkin atau cinta ??
I can't help it ... awalnya ini cuma merupakan keraguan, awalnya saya pikir saya hanya sepihak.
Melihat masa lalunya yang membuat saya selalu ragu.
Tapi pertemuan terakhir itu ternyata bisa meyakinkan saya dan akhirnya saya merasa yakin padanya.
And wow ... it's just like ... click, I love him ... suddenly ...
Yes, like those stupid quote on my facebook wall :
“If I never met you, I wouldn't like you. If I didn't like you, I wouldn't love you. If I didn't love you, I wouldn't miss you. But I did, I do, and I will.”
That's what I felt ...
And you have know idea, how I missed you so much T_T
Honey, be good ... and missed me also will you ?? T_T
Tsaahhh ....
PS : postingan alias rengekan orang yang lagi kangen sama seseorang
I'm so sorry .... I can't help it ... I really can't T_T
Arrgh ... back to thesis ...
I think that's all, thank you












